Namun, saat ini Kartawi sudah tidak peduli apa pun lagi. Dia hanya tahu bahwa jika dia salah bicara satu kata saja, maka semuanya akan hancur lebur. Dengan panik, dia langsung berkata kepada Wisnu,"Tuan, mohon dengarkan penjelasan hamba. Mivtah memang sepupu dari istri adik ipar hamba, tapi adik ipar hamba, Pramuda, menjabat di Pengadilan Agung dan selama ini selalu bertindak adil.""Selain itu, hubungan dia dengan istrinya sebenarnya tidak terlalu baik. Bahkan, dia tidak menyukai istrinya sama sekali. Karena itu, dia sama sekali tidak mungkin datang kepadaku untuk memohon keringanan demi istrinya."Pada saat ini, Kartawi sudah tidak peduli lagi jika urusan keluarga Pramuda terbongkar. Dia hanya ingin membebaskan dirinya dari tuduhan.Setelah berkata demikian, dia gemetar dan melanjutkan, "Mohon Tuan selidiki dengan jelas."Wisnu memiringkan pandangannya sedikit dan yang dia lihat adalah tatapan Kartawi yang penuh kepanikan. Wajahnya tetap tanpa ekspresi saat bertanya kembali, "Oh? Ak
Read more