Seperti badai salju di luar sana, sekuat apa pun dia menolak, salju-salju itu tetap saja meresap di setiap celah. Wisnu pun memanggil Haryono dari luar, lalu Haryono segera masuk.Dia duduk di belakang meja dan bertanya dengan santai, "Sudah pergi belum?"Haryono sempat tertegun sesaat, lalu segera menyadari maksud ucapan Wisnu dan menjawabnya dengan cepat, "Sepertinya belum pergi."Wisnu mengangkat pandangan dan menatap Haryono sekilas. Setelah hening cukup lama, dia melihat liontin giok di atas meja, lalu berkata dengan nada datar, "Suruh dia masuk menemuiku."Saat Haryono pergi ke gerbang depan, wanita itu memang masih ada.Di cuaca sedingin ini, wanita itu tetap berdiri di luar.Haryono mencoba menebak identitas wanita itu. Namun, kereta yang ditumpanginya tampak biasa saja. Tidak ada lambang apa pun di kereta itu, sepertinya bukan berasal dari keluarga bangsawan.Wanita di tengah salju itu bertubuh mungil. Dia mengenakan jubah bulu rubah berwarna perak dan bertopi cadar. Wajah dan
Read more