Mereka keluar dari Wisma Lan Hwa dalam diam.Ging Han berjalan paling belakang. Wajahnya cemberut, bibirnya manyun seperti anak kecil yang tidak kebagian jajan. Matanya sesekali melirik ke depan, ke arah Guru Tampan dan Ong Bwee yang berjalan beriringan, sesekali berbincang dengan Jendral Lauw.Di sepanjang jalan menuju kebun teh, Ging Han tidak bicara sepatah kata pun.Kenapa dia bisa sedekat itu dengan Guru?Pikirannya melayang ke masa lalu. Ke masa ketika ia masih muda, kurus, dan penuh semangat. Ketika ia rela menjual satu-satunya kambing milik keluarganya untuk bisa belajar dari Guru Tampan.Tiga bulan. Aku bertahan tiga bulan. Kurang seminggu lagi lulus, tapi gagal. Kambingku juga nggak balik.Ia melirik Sioh Bu—eh, Sioh Bu sudah tidak ada. Yang ada sekarang Ging Han sendiri, berjalan di belakang, merasa asing di antara mereka.Sekarang Sioh Bu datang, langsung gratis. Tanpa jual kambing. Tanpa bayar apa-apa. Langsung diterima, langsung dekat sama Guru, langsung..."Ging Han."I
Last Updated : 2026-03-21 Read more