Tanpa aba-aba, Ucup langsung menarik tubuh Hana ke dalam pelukannya. Ia memeluk wanita itu dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Hana, seakan-akan jika ia melonggarkan pelukannya sedikit saja, Hana akan berubah menjadi bayangan dan menghilang seperti dalam mimpinya tadi. "Bang... sesak, Bang," gumam Hana kecil, namun ia tidak berontak. Ia justru melingkarkan tangannya di punggung Ucup, mengusapnya perlahan untuk memberikan ketenangan. "Cuma mimpi, Bang. Aku di sini." "Jangan pergi, Hana... Tolong, jangan pernah pergi karena siapa aku sebenarnya," bisik Ucup pelan, suaranya bergetar menahan tangis. Hana terdiam sejenak. Kalimat Ucup barusan menghantam nuraninya yang paling dalam. Ia tahu bahwa ia pun sedang bersandiwara, bahwa ia pun sedang menyimpan rahasia besar tentang siapa dirinya sebenarnya. Rasa bersalah kembali merayap di hati Hana, membuatnya semakin erat membalas pelukan Ucup. "Aku nggak ke mana-mana, Bang. Aku di sini, sama kamu," sahut Hana liri
Last Updated : 2026-05-02 Read more