Ucup menyerahkan ponselnya yang layarnya sedikit retak itu ke tangan Hana. Hana menggeser layar, melihat kode booking dan rincian penerbangan. Seketika, bibir Hana mengerucut. Ia mendengus kesal. "Yah... kelas ekonomi? Si Arif itu benar-benar pelit ya," cibir Hana sambil mengembalikan ponsel itu seolah benda itu baru saja terkontaminasi kuman. "Kenapa, Hana? Memangnya ada yang salah?" tanya Ucup bingung. "Ya masa dia belikan kita tiket kelas ekonomi, Bang! Kursinya sempit, kakimu yang panjang itu pasti pegal. Belum lagi nanti berdesakan dengan banyak orang. Arif itu CEO, masa bayar 'pemeran pengganti' pakai fasilitas kelas rendah," keluh Hana manja. Ucup hanya garuk-garuk kepala. Ia tak mengerti perbedaan kelas ekonomi atau bisnis. Baginya, yang penting pesawatnya terbang dan sampai tujuan. "Sudahlah, yang penting sampai. Aku... aku mandi dulu ya, Hana." "Loh, kenapa buru-buru? Kita baru saja mau bahas rencana di sana," tanya Hana heran melihat Ucup yang tampak gelisah ingi
Last Updated : 2026-04-13 Read more