Pagi itu Vanka sarapan dengan cara yang tidak biasa. Biasanya ia duduk di meja makan dengan piring di depan dan ponsel di samping, membaca sesuatu atau tidak membaca apa-apa sambil mengunyah. Pagi ini ia duduk dengan piring di depan dan tangannya di atas meja, tidak memegang apa-apa, matanya ke arah pintu kamarnya yang setengah terbuka. Dari sini ia bisa melihat tepi meja rias. Laci itu tertutup. "Vanka." Bu Isa meletakkan sepiring tempe goreng di tengah meja. "Nasinya dimakan, bukan dilihat." "Iya, Ma." Ia mengambil sendoknya. Makan. Pak Nadi sudah pergi ke lapak bakso sejak subuh. Bu Isa duduk di seberangnya dengan segelas teh, membaca koran yang sudah terlipat tidak rapi karena dibaca dari halaman belakang lebih dulu. Pagi yang biasa. Kecuali laci itu. Vanka menyelesaikan sarapannya, mencuci piringnya sendiri, dan kembali ke kamar. Ia duduk di tepi kasur. Menatap laci mej
Last Updated : 2026-04-24 Read more