Udara di luar kafe terasa lebih dingin dari yang Vanka perkirakan. Ia berdiri di trotoar sebentar, menyesuaikan tali tasnya di bahu, membiarkan angin sore menyentuh wajahnya. Di dalam sana, melalui kaca besar kafe, ia bisa melihat Sora kembali dari kamar mandi dan duduk dengan wajah yang langsung membaca situasi meja yang kosong satu kursi. Vanka membuang pandangannya dan mulai berjalan ke arah parkiran. Tangannya merogoh tas. Jarinya menyentuh bungkus rokok, menariknya keluar, lalu berhenti. Ia memasukkannya kembali. Motornya terparkir di barisan kedua. Ia membuka kunci, duduk di jok, tapi tidak langsung menyalakan mesin. Tangannya di setang, matanya ke depan, ke jalanan yang mulai macet di jam-jam sore seperti ini. Jepang. Dua tahun. Sora belum selesai bicara tadi waktu ia pergi. Masih ada detail yang belum ia dengar. Tapi ia tidak bisa duduk di meja itu lebih lama dengan Efra yang terus menatapnya seperti itu.
Last Updated : 2026-04-15 Read more