Vanka membaca kalimat itu.Satu kali.Dua kali.Tiga kali.Ia meletakkan ponselnya di atas dadanya, menatap langit-langit kamarnya yang gelap, dan membiarkan kalimat itu tinggal di sana tanpa ia komentari, tanpa ia balas dengan cepat, tanpa ia coba olah menjadi sesuatu yang lebih masuk akal dari yang sudah terasa.Beberapa menit berlalu.Lalu ia mengangkat ponselnya. Mengetik satu baris.'Aku tahu.'Meletakkannya kembali.Menutup matanya.Di luar jendela, Bandung malam itu terasa seperti kota yang tidak tahu bahwa di sebuah kamar kecil dengan langit-langit retak di sudut kanannya, dua kata baru saja menutup sesuatu yang sudah enam tahun terbuka.Dan membuka sesuatu yang baru.---Vanka terbangun karena ada beban hangat di sebelah kirinya.Bukan beban besar. Tapi cukup untuk membuat sisi kiri kasurnya turun sedikit dan selimutnya tertarik ke arah yang tidak se
Last Updated : 2026-05-13 Read more