Tapi, Sharlyn yang tahu maksudnya hanya memegang kaki kanan Sagara dan menggeleng pelan. "Kamu mau meninggalkan Mommy? Kamu sudah tidak sayang sama Mommy?" "Maafkan Mommy, jika Mommy punya salah. Tapi tolong... jangan tinggalkan Mommy." Suaranya serak, lemah, dan bercampur dengan air mata yang perlahan menetes kembali. Sagara menatap lurus ke depan, tangannya di bawah sana terkepal kuat. "Lepaskan kaki Abang, Mom. Ini demi kebaikan Mommy sendiri." "Tidak... ini tidak baik. Mommy akan hancur jika kamu—" "Aku tidak peduli. Jika hidup dengan Mommy akan membawa sengsara, lebih baik aku ikut mereka!" Suaranya dingin, datar, tanpa empati sekalipun. "Sudah cepat, kita tidak punya banyak waktu! Tendang saja wanita itu," ketus Dani pada keponakannya. "Kemasi barangmu malam ini juga, karena besok pagi... rumah ini akan dimusnahkan," ucap Dani sebelum melangkah keluar dari rumah itu, diikuti oleh yang lainnya. Mereka pergi tanpa menoleh lagi. Bahkan putranya sekalipun pergi dengan
Last Updated : 2026-03-23 Read more