Seorang gadis dengan riasan tebal dan pakaian mewah melangkah dengan anggun mendekati mereka. Tentu saja Valdas dan Valida mengenalinya. Dia adalah Thalia, putri salah seorang anggota dewan tetua, sekaligus keponakan Silas, pimpinan dewan tetua Pack Volkov."Thalia? Kamu Thalia, kan?" tanya Valida memastikan."Benar, bibi. Aku Thalia," jawab gadis itu seraya mendekat, lalu memeluk Valida. "Apa kabar, Bi. Senang sekali mendengarnya. Ternyata Bibi masih mengenaliku.""Kabar baik, Ta. Tentu saja bibi masih ingat. Kamu teman kecil Zev. Dulu kalian sering bermain bersama Alec juga, kan?" sahut Valida sambil melirik Alec. Sedangkan Alec hanya terdiam, wajahnya datar tanpa ekspresi. "Kamu makin cantik saja, Ta."Thalia tersipu malu, namun juga tersenyum bangga. "Ah, terima kasih, Bi. Bibi juga masih terlihat cantik dan awet muda." "Ah, kamu bisa aja," sahut Valida sambil tersenyum. "Oh ya, bagaimana kabar ibumu?""Ibu sudah meninggal, Bi. Sekarang aku tinggal bersama Bibi Camilla.""Oh, maa
続きを読む