Malam itu adalah malam terakhir mereka menginap di vila kecil yang menghadap laut. Selama satu minggu penuh, Naomi dan Raiden meninggalkan segala urusan dunia, hanya berdua untuk saling menikmati. Tidak ada panggilan kerja, tidak ada jadwal, hanya hembusan angin laut dan suara ombak yang menemani setiap detik keintiman mereka. Tubuh Naomi masih persis seperti yang Raiden ingat. Lembut, hangat, dan begitu responsif di bawah sentuhannya. Begitu pula tubuh Raiden. Otot-otot pria itu tegang dan kulitnya yang terbakar oleh sentuhan Naomi, semuanya masih sama seperti dulu, bahkan lebih kuat dan penuh hasrat setelah sekian lama menahan rindu. Kini, di ranjang besar yang berantakan, Raiden berbaring telentang di samping Naomi dengan napas terengah-engah. Dada bidangnya naik turun cepat, keringat menetes di pelipis dan lehernya. Tangan kanan Raiden masih berada di pinggang Naomi, jari-jarinya sesekali mengusap kulit halus istrinya. Naomi menoleh, rambutnya yang acak-acakan menjuntai di b
Baca selengkapnya