Beranda / Romansa / Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku / 227. Misi Raiden Setelah Menikah

Share

227. Misi Raiden Setelah Menikah

Penulis: prasidafai
last update Tanggal publikasi: 2026-07-02 18:02:26
Malam itu adalah malam terakhir mereka menginap di vila kecil yang menghadap laut.

Selama satu minggu penuh, Naomi dan Raiden meninggalkan segala urusan dunia, hanya berdua untuk saling menikmati.

Tidak ada panggilan kerja, tidak ada jadwal, hanya hembusan angin laut dan suara ombak yang menemani setiap detik keintiman mereka.

Tubuh Naomi masih persis seperti yang Raiden ingat. Lembut, hangat, dan begitu responsif di bawah sentuhannya.

Begitu pula tubuh Raiden. Otot-otot pria itu tegang dan
prasidafai

Naomi hamil gaiiiis, Raiden-nya nggragas ୧⁠(⁠^⁠ ⁠〰⁠ ⁠^⁠)⁠୨ Ada yang mau nyumbang nama? Ayo komen, siapa tahu ide namanya dipakai sama Naomi dan Raiden ꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡

| 8
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
ehh, bagusan lagi kalo anak mereka nanti kembar buncing. Yg cowok namanya Jayden, yg cewek Jasmine.. wkwkwk... pembaca halu. dan berharap kisah mereka berlanjut ke anak² mereka kaya Morgan & Sydney
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
kayanya kali ini Raiden & Naomi bakalan punya jagoan atau princess lagi yak..?? kalo jagoan mungkin nama Jayden keren, masih ada unsur² nama bapake. Kalo princess lagi, emm,, yg ada unsur nama Naomi,, #modemikir,,, masa Miyako wkwkwk,, Naura, Nayumi, Arumi atauuu Jasmine.
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
Nggragas kui opo toh ?? wkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   228. Satu Kali Lagi

    Tasya perlahan menghentikan gerakan tangannya. Pisau yang sedari tadi digunakan untuk mengiris lemon diletakkan pelan di atas talenan. Suara kecil dari logam yang menyentuh kayu terdengar begitu jelas di tengah dapur yang mendadak sunyi. Wanita paruh baya itu berbalik. Wajahnya dipenuhi penyesalan. Mata Tasya yang mulai memerah menatap Naomi cukup lama sebelum akhirnya mengembuskan napas berat. “Sejak sebelum kita bertemu di pemakaman dan melihat Dante,” ucap Tasya lirih, “Mama sebenarnya sudah menyadari kalau kamu adalah Naomi.” Naomi membeku. Bibirnya sedikit terbuka. Jantung wanita itu berdetak lebih cepat. Tasya menundukkan kepala sesaat. Air mata mulai memenuhi pelupuk matanya. “Itu sebabnya, waktu itu Mama memaksamu mengantar Mama pulang,” lanjut Tasya sambil menggenggam kedua tangan Naomi yang mulai dingin. Naomi menatap wajah wanita paruh baya itu tanpa berkedip. “Mama sengaja memasak ayam kukus lemon …” Tasya tersenyum pahit. “Makanan kesukaanmu.” Naomi m

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   227. Misi Raiden Setelah Menikah

    Malam itu adalah malam terakhir mereka menginap di vila kecil yang menghadap laut. Selama satu minggu penuh, Naomi dan Raiden meninggalkan segala urusan dunia, hanya berdua untuk saling menikmati. Tidak ada panggilan kerja, tidak ada jadwal, hanya hembusan angin laut dan suara ombak yang menemani setiap detik keintiman mereka. Tubuh Naomi masih persis seperti yang Raiden ingat. Lembut, hangat, dan begitu responsif di bawah sentuhannya. Begitu pula tubuh Raiden. Otot-otot pria itu tegang dan kulitnya yang terbakar oleh sentuhan Naomi, semuanya masih sama seperti dulu, bahkan lebih kuat dan penuh hasrat setelah sekian lama menahan rindu. Kini, di ranjang besar yang berantakan, Raiden berbaring telentang di samping Naomi dengan napas terengah-engah. Dada bidangnya naik turun cepat, keringat menetes di pelipis dan lehernya. Tangan kanan Raiden masih berada di pinggang Naomi, jari-jarinya sesekali mengusap kulit halus istrinya. Naomi menoleh, rambutnya yang acak-acakan menjuntai di b

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   226. Pesta Sehari Penuh

    Air mata Naomi terus mengalir. Dada Naomi terasa sesak oleh begitu banyak perasaan yang bercampur menjadi satu. Tidak pernah sekalipun Naomi membayangkan bahwa pria yang dulu pernah melepaskannya kini berdiri di hadapannya sambil mengucapkan janji yang begitu indah. Janji yang jauh lebih hangat, lebih dewasa, dan jauh lebih berarti daripada janji yang pernah mereka ucapkan bertahun-tahun lalu. “Kini giliran mempelai wanita.” Pendeta tersenyum lembut. Naomi menarik napas panjang. Dia menggenggam kedua tangan Raiden lebih erat. Tatapan mereka bertemu. Senyum tipis menghiasi bibir Naomi. “Raiden, suamiku.” Raiden terkekeh pelan mendengar panggilan itu. Naomi ikut tersenyum. “Kalau ada seseorang yang mengatakan kepadaku bertahun-tahun lalu bahwa suatu hari aku akan kembali berdiri di altar ini bersamamu, mungkin aku akan menangis karena me

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   225. Jauh Lebih Indah

    Naomi membeku. Wanita itu menutupi mulut, sementara matanya membelalak.Semua ini benar-benar di luar dugaannya.Jantung Naomi berdetak begitu cepat hingga telinganya sendiri seolah dapat mendengar iramanya.Hening hanya berlangsung beberapa detik. Lalu dari berbagai sudut studio terdengar sorakan.“Terima!”“Terima!”“Terima!”Naomi menoleh ke kanan dan ke kiri. Barulah saat itu dia benar-benar memperhatikan wajah-wajah yang sejak tadi duduk di dalam studio.“Papa?”Vance berdiri sambil tersenyum lebar dan mengacungkan kedua ibu jarinya.Di sampingnya, Brandon ikut bertepuk tangan.Alex sudah berdiri sambil bersiul keras.Olivia melambaikan kedua tangannya dengan mata yang juga mulai berkaca-kaca.Clara tersenyum lebar sambil mengangguk-angguk penuh semangat.Di baris belakang, Tasya duduk dengan mata sembap, tetapi kali ini senyumnya jauh lebih tenang.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   224. Sangat Terlambat

    “Apa yang dia punya dibanding aku?”Rahang Raiden masih mengeras saat mengucapkan kalimat itu.Naomi justru tersenyum semakin lebar.Wanita itu mendongak, lalu mengangkat kedua tangannya untuk memegang rahang Raiden.Dengan gemas, Naomi menarik wajah pria itu hingga sedikit menunduk. Jarak mereka kembali menjadi begitu dekat.“Bercanda,” bisik Naomi dengan nada jahil.Raiden masih menatapnya tanpa berkedip.“Lagipula, aku tidak mungkin balas menciummu kalau punya pria lain,” lanjut Naomi sambil tersenyum tipisBeberapa detik berlalu.Raiden mengembuskan napas panjang.“Kurang ajar.”Naomi terkekeh puas.“Aku cuma–”Belum sempat kalimatnya selesai, Raiden sudah kembali mendekat, berniat mencuri satu kecupan lagi.“Ehem!”Suara deham yang sengaja dikeraskan membuat keduanya langsung membeku.Naomi dan Raiden spontan menjauh. Mereka menoleh ber

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   223. Dibanding Aku

    “Mari, ikut saya, Bu. Kita akan menyusul Sera.” Brandon membukakan pintu mobil untuk Tasya. Wanita paruh baya itu mengangguk pelan. Wajahnya masih sembap akibat terlalu lama menangis. “Terima kasih.” Brandon membantu Tasya masuk ke kursi penumpang sebelum mengitari mobil menuju kursi pengemudi. Mobil perlahan meninggalkan halaman apartemen, mengikuti arah ambulans yang telah lebih dahulu membawa Sera. Tatapan Tasya kosong mengarah ke luar jendela. Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu, tetapi semuanya tampak buram di balik genangan air mata yang terus mengisi pelupuk matanya. Brandon beberapa kali melirik ke arah Tasya. “Ibu butuh sesuatu?” Tasya menggeleng pelan. “Saya hanya sedang berpikir, sebenarnya sejak kapan saya gagal menjadi seorang ibu.” Brandon mengembuskan napas panjang. “Saya rasa bukan Ibu yang gagal

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   96. Masalah Lagi

    Alex menoleh. Pria itu langsung menegang.“Mayor Raiden,” sapa Alex spontan memberi sikap hormat.Raiden dengan santai merangkul bahu Alex.“Kau tadi bilang apa, Kapten Alex?” ulang Raiden, kali ini penuh penekanan.Alex, alih-alih menciut, justru tersenyum lebar.“Berbuat mesum.” Alex menjawabnya

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   95. Cinta Lokasi

    “Siap, Jenderal,” sahut Raiden. Viktor hanya mengangguk tipis, lalu berbalik. Pria paruh baya itu langsung melangkah keluar dari zona medis. Sebelum mengikuti Viktor, Raiden sempat melirik Nicolle. Tatapan itu hanya berlangsung singkat, tetapi cukup untuk membuat dada Nicolle kembali menegang. Ta

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   94. Gara-Gara Alarm Darurat

    “Lihat baik-baik,” tambah Raiden. Nicolle menunduk. Dua cincin kecil yang berkilauan itu tergeletak di telapak tangannya. Sementara Raiden memperhatikan setiap perubahan pada raut wajah wanita itu dengan lekat. Matahari yang mulai naik membuat segalanya tampak lebih jelas, termasuk ekspresi Nico

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   93. Alarm Darurat

    Pintu mobil baru saja terbuka ketika Nicolle sudah lebih dulu turun.“Terima kasih tumpangannya, Mayor,” ucap Nicolle singkat tanpa menoleh. “Saya harus langsung ke zona medis.”Raiden terdiam di dalam mobil, membiarkan tatapannya mengikuti punggung wanita yang menjauh

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status