Axton melepas genggaman tangan Nadira yang sudah terlelap dalam pengaruh obat penenang. Keheningan lorong rumah sakit mewah menyambutnya. Pandangannya menangkap seorang perawat yang hendak masuk ke ruangan Alya, yang letaknya persis di samping kamar Nadira."Ada apa, Sus? Apa ada masalah?" tanya Axton, suara rendahnya dipenuhi kekhawatiran yang tak terbantahkan."Luka Nona Alya katanya perih, Tuan. Saya ingin mengoleskannya salep," jawab perawat itu."Oh, biar aku saja!" Tanpa menunggu, Axton merebut nampan berisi salep, air, dan obat pereda nyeri.Setelah mengerti instruksi perawat, Axton mengangguk, lalu segera masuk ke ruangan Alya. Pintu dikunci pelan di belakangnya, suara klik itu memutus akses Alya dari dunia luar.Alya sudah siap. Ia duduk di tepi ranjang, membelakangi Axton. Ia telah membuka baju rumah sakitnya, punggungnya polos. Terlihat luka bakar ringan berwarna kemerahan di sebagian punggung dan pundaknya.Saat tangan Alya mencapai pengait bra, Axton bergerak cepat, maju,
Last Updated : 2026-03-27 Read more