Axton memijit pelipis, rahangnya mengeras saat menatap layar CCTV. Rekaman itu terus berulang.Nadira mendorong Alya hingga tersungkur, memintanya menjilat lantai, menyeret rambutnya, menyuruhnya membersihkan pecahan beling dengan mulutnya. Alya merangkak sambil menggigil, darah menetes dari bibirnya, namun ia tetap patuh karena ketakutan.Setiap detik rekaman itu membuat dada Axton seperti diremas. Rasanya seperti kembali ke masa kecil. Saat ia menyaksikan Chloe menangis ketakutan, sebelum akhirnya gadis itu mati karena menyelamatkannya.Sensasi itu sama. Luka itu sama. Ia kembali merasa gagal melindungi seseorang yang tidak bersalah.Di ruangan yang sama, dokter sedang mensterilkan luka Alya. Gadis itu duduk diam di sofa kulit, bahunya turun, wajahnya pucat seperti kertas. Luka sobek di bibirnya membuatnya sulit berbicara. Namun yang paling menusuk Axton bukan luka itu, melainkan wajah Alya.Wajah yang sama, seolah seperti Chloe hidup lagi.Axton menunduk dalam, meremas dahinya. Ia t
Last Updated : 2026-03-24 Read more