Senja mulai menyapu langit ketika Axton tiba di rumah. Nadira sudah menunggunya di teras, wajahnya memancarkan kekhawatiran yang dipaksakan hingga berlebihan."Kamu tidak jemput mereka? Ini sudah hampir malam, mereka belum pulang-pulang!" suara Nadira melengking, penuh dramatisasi."Tumben, dulu kamu tidak pernah mempedulikan Kai. Dia di rumah saja, kamu sama sekali tidak sudi berkomunikasi dengannya layaknya ibu.""Aku sudah berubah! Sekarang aku khawatir padanya!" Nadira berteriak dengan menggebu.Axton melepas jasnya dengan gerakan lelah. "Alya bilang tidak usah jemput. Kai minta pizza dan mereka lanjut beli piyama baru." Jawabannya datar, tanpa emosi. "Dan kamu, apakah sudah berkemas?" Dia menatap Nadira langsung. "Dengar, Nadira. Aku tidak mau ada drama. Kamu selingkuh, aku selingkuh. Kita impas. Aku tidak akan ceraikan kamu tanpa memberi kompensasi. Uang, rumah, mobil, aset lain, semua aku berikan. Jadi, mumpung aku masih bersikap baik, jangan rusak ini."Nadira mengepalkan tan
Last Updated : 2026-03-31 Read more