Di dalam kamar rawat VIP Nadira yang sunyi, aroma antiseptik bercampur samar dengan wangi bunga mahal. Nadira, yang masih terbaring lemah pasca keguguran, justru dipenuhi amarah yang membara setelah Axton pergi mengejar Alya.Nadira menarik Kai yang duduk di tepian ranjang, wajahnya memerah karena emosi yang tertahan."Kamu lihat sendiri betapa jahatnya orang yang kamu panggil kakak itu!" Nadira menekan, mencoba memaksakan narasinya. "Dia mendorong Mama sampai adik kamu mati!"Kai, yang duduk di ranjang, menggeleng kuat. Matanya berkaca-kaca karena ketakutan. "Aku melihat Mama marahi Kakak lalu jatuh sendiri!" Ia membantah dengan polos, mengingat kejadian itu dengan kejujuran seorang anak."Kamu ini kenapa selalu membela Alya? Dasar anak sialan! Kamu salah lihat, dia dorong Mama! Kamu ini anak siapa, kenapa membelanya?" Nadira berteriak pelan, takut perawat mendengar, namun suaranya tetap penuh intimidasi."Kenapa Mama selalu marah-marah?" Kai menangis, suaranya pilu."Dasar cengeng!
Last Updated : 2026-03-27 Read more