Alena kembali ke kamarnya, dan benar saja, baru beberapa menit ia merebahkan tubuhnya di atas kasur di sebelah Lia, gadis remaja itu sudah bangun.Alena heran, untuk apa Lia bangun pagi-pagi sekali."Lia, kamu sudah bangun? Ini baru jam berapa? Kamu mau ke mana?" tanya Alena pura-pura mengucek matanya, padahal ia sama sekali belum tidur."Mau masak sarapan, Kak.""Ini jam berapa? Kok kamu sudah masak sarapan? Ini masih pagi, loh.""Jam 03.30 pagi, Kak.""Iya, maksud Kakak, ngapain kamu masak sarapan jam segini? Siapa yang mau makan masih malam seperti ini?""Oh iya, ini aku bukan di desa ya. Kalau di desa aku terbiasa bangun jam segini setelah Ibu meninggal untuk menyiapkan sarapan untuk Bapak ke sawah," jawab Lia.Itu adalah kebiasaan Lia ketika di rumah. Setelah ibunya meninggal, ia lah yang menggantikan kebiasaan sang ibu bangun di saat masih gelap untuk menyiapkan sarapan. Tapi kalau untuk makan siang dan makan malam, itu pasti sang ayah yang masak.Sebenarnya Pak Rahmat tidak per
Baca selengkapnya