Feri mengernyitkan alis. Dia baru saja hendak berbicara, Dahlia tiba-tiba berbalik dan berlari ke lantai dua seperti hendak melompat turun. Dia pun berteriak dengan tajam, "Dahlia!"Dahlia berdiri di tepi pagar dan air matanya mengalir deras. "Kak, jawab aku sekarang juga. Kakak sudah jatuh cinta sama dia ya? Kalau iya, sekarang aku akan langsung lompat."Setelah mengatakan itu, Dahlia benar-benar bersiap untuk melompat.Feri menyipitkan matanya, lalu berteriak dengan lantang, "Lili, jangan bertindak bodoh!""Kalau begitu, kamu janji padaku sekarang juga. Pacaran sama aku. Kalau nggak, aku akan lompat," kata Dahlia.Feri memejamkan mata dan pelipisnya tiba-tiba berdenyut. Pada akhirnya, dia menyerah. "Baiklah, Kakak akan menurutimu."Dahlia langsung tersenyum, lalu berlari turun dan memeluk Feri. "Kak, sekarang kamu akhirnya jadi milikku."Saat memeluk Dahlia, Feri malah tidak merasa bahagia sedikit pun.Asisten yang berdiri di samping bertanya dengan ragu, "Pak Feri, soal Bu Jesica ..
더 보기