Short
Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan

Cinta Tak Terungkap Berujung Penyesalan

Por:  XavieraCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24Capítulos
2vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Setelah mencoba menggoda suaminya yang alim sebanyak 999 kali dan tetap gagal berhubungan intim, Jesica menelepon kakaknya. "Kak, aku berencana cerai." Lukman yang berada di ujung telepon hening selama tiga detik, lalu terdengar suaranya yang rendah. "Sudah kubilang Feri itu kayak orang suci, kamu nggak akan bisa memengaruhinya." Jesica tersenyum dengan mata yang memerah. "Iya, memang aku yang nggak tahu diri." Lukman berkata dengan nada santai, "Datang saja ke Negara Jumania, ada banyak pria tampan yang nggak kalah dari Feri di sini. Adik perempuanku yang selembut dan sebaik ini malah nggak dihargai, biar saja si Feri itu hidup kesepian sampai tua."

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

"Ya, tunggu sampai aku selesaikan prosedurnya," kata Jesica dengan pelan.

Setelah menutup telepon, Jesica menarik napas dalam-dalam. Saat melewati ruang meditasi di ujung lorong, dia tiba-tiba mendengar suara erangan tertahan dari dalamnya. Sebuah cahaya terpancar dari celahnya karena pintunya tidak tertutup rapat, matanya pun tanpa sadar bergetar saat mengintip ke dalam.

Di bawah kabut dupa, Feri berlutut di depan altar Buddha. Jubahnya yang putih polos terbuka setengah dan gelang tasbih melilit di pergelangan tangannya.

Namun, tubuh Feri bergerak pelan dan di bawahnya ada sebuah boneka. Wajah boneka itu terlihat jelas dalam cahaya lilin yang berpendar. Mata bulat, bibir mungil, dan tahi lalat kecil di sudut mata kiri, sama seperti wajah adik angkatnya, Dahlia.

Jesica menggigit bibir bawah dengan kuat hingga sedikit berdarah. Ini sudah ketiga kalinya dia diam-diam memergoki hal ini. Dia langsung berlari keluar saat pertama kalinya dan tidak tidur semalaman saat kedua kalinya, tetapi malam ini dia benar-benar mati rasa. Lucunya lagi, Feri bukan tidak memiliki perasaan dan hasrat, hanya saja hasrat Feri itu tidak pernah berkaitan dengan Jesica.

Jesica bersandar pada dinding yang dingin, lalu tiba-tiba teringat saat pertama kalinya bertemu dengan Feri. Saat itu, dia berusia 20 tahun dan kakaknya membawanya ke sebuah klub untuk menghadiri jamuan makan malam, lalu memperkenalkannya pada sahabat terbaik.

Hari itu, Feri mengenakan pakaian berwarna putih. Kancing teratai yang terbuat dari batu giok putih tersemat di kerahnya dan ada seuntai tasbih tergantung di pergelangan tangannya. Dibandingkan dengan para pewaris keluarga kaya yang selalu terbuai kemewahan, Feri malah hanya duduk dengan secangkir teh di hadapannya.

Feri menundukkan kepala untuk menyeduh teh dan jemarinya yang panjang memegang teko. Air pun mengalir turun dan uap tipis mengepul. Setelah itu, dia mengangkat kepala dan menoleh ke arah Jesica.

Pada saat itu, jantung Jesica seperti berhenti sejenak.

Melihat Jesica terpaku, kakaknya tersenyum sambil mengetuk dahi Jesica. "Nggak perlu dipikirkan lagi, Gadis Kecil. Kamu boleh suka siapa pun, hanya dia saja yang nggak boleh. Di antara para pewaris keluarga kaya seperti kita, semuanya hidup dalam kesenangan. Hanya Feri yang sejak kecil beribadah di kuil. Dia benar-benar nggak terpengaruh sama hasrat dan keinginan."

Jesica tidak percaya. Sejak kecil, dia memang keras kepala dan tidak percaya ada orang yang benar-benar tidak memiliki hasrat. Oleh karena itu, dia mulai mengejar Feri dan menggunakan segala cara untuk menggodanya. Dia sengaja duduk di pangkuan Feri saat Feri sedang berdoa, tetapi Feri hanya mengangkatnya dan memindahkannya ke samping dengan satu tangan.

Dia pernah mencampur sesuatu ke dalam teh Feri, tetapi Feri hanya berkata dengan nada datar setelah meminumnya, "Lain kali jangan taruh terlalu banyak gojiberi, panas dalam."

Yang paling berlebihan adalah Jesica menyelinap ke ruang meditasi saat Feri sedang mengasingkan diri. Jesica berbaring di ranjang dengan hanya mengenakan kemeja putih milik Feri. Saat Feri membuka pintu dan masuk, dia sengaja menjulurkan kakinya ke tepi ranjang dan menggoyangkannya.

Namun hasilnya, Feri malah berbalik dan pergi. Keesokan harinya, dia menyuruh seseorang untuk mengirim sekotak kemeja baru. "Ini untukmu, jangan curi pakaianku lagi."

Bahkan Lukman juga sudah tidak tahan melihat kelakuan Jesica. "Bisa nggak kamu punya sedikit harga diri?"

Jesica menjawab dengan penuh percaya diri, "Aku ini sedang menyelamatkan umat manusia, bukannya sia-sia kalau pria yang setampan itu jadi biksu."

Jesica mendekati Feri selama empat tahun dan menggunakan segala cara yang dimilikinya, tetapi bahkan tidak berhasil menyentuh Feri sedikit pun. Saat itu, dia sudah mulai patah hati. Namun pada malam ulang tahunnya, dia tiba-tiba menerima telepon dari Feri.

"Turun," kata Feri.

Jesica berlari turun dengan mengenakan piama dan melihat Feri berdiri di tengah salju dengan bahu yang dipenuhi butiran salju.

"Kita menikah," kata Feri. Tidak ada cincin dan pernyataan cinta, hanya dua kata itu.

Namun, Jesica malah merasa begitu kegirangan. Dia lalu langsung memeluk Feri. "Kamu akhirnya terharu sama usahaku, 'kan?"

Feri tidak membalas pelukan Jesica, melainkan hanya menganggukkan kepala dengan pelan. Jika dipikirkan kembali sekarang, jawaban itu begitu asal-asalan. Setelah menikah selama dua tahun, mereka tetap tidak pernah benar-benar menjadi suami istri. Tidak peduli bagaimanapun dia menggoda, Feri selalu berbalik pergi di saat-saat terakhir dan masuk ke ruang meditasi seorang diri.

Jesica pernah mengira itu karena Feri sudah beribadah terlalu lama dan butuh waktu. Hingga tiga hari yang lalu, dia mengikuti Feri masuk ke ruang meditasi karena masih tidak menyerah dan menyaksikan sendiri pemandangan itu. Saat itu, dia baru mengerti Feri bukan tidak memiliki perasaan dan hasrat, hanya saja objek hasrat Feri bukanlah dirinya.

Dia tahu yang disukai Feri adalah Dahlia, adik angkat Feri sendiri yang sejak kecil diasuh oleh keluarganya. Feri berlatih ajaran Buddha, mengenakan tasbih, dan bahkan menikahinya, semuanya untuk menekan keinginan Feri terhadap adik angkat itu. Pada saat itu, hatinya benar-benar hancur.

Di dalam ruang meditasi, Feri akhirnya berhenti. Dia membungkuk dan mencium leher boneka itu, lalu berkata dengan suara yang sangat serak, "Lili, Kakak mencintaimu ...."

Suara Feri begitu pelan, tetapi menusuk tepat ke dalam hati Jesica yang sudah penuh luka itu. Air matanya akhirnya jatuh, lalu berbalik pergi dan tidak menoleh lagi.

Saat Jesica bangun di keesokan paginya, Feri sudah berpakaian rapi dan bersiap untuk pergi. Dia mengenakan setelan jas hitam yang mahal, membuat tubuhnya terlihat tinggi dan tegap. Namun, tasbih masih melilit di pergelangan tangannya, seolah-olah pria yang semalam kehilangan kendali itu hanya ilusi.

Saat Feri hendak melangkah keluar dari vila, Jesica memanggilnya, "Tunggu sebentar!"

Bahkan tanpa mengangkat kepala, Feri berkata dengan nada yang dingin, "Hari ini ada rapat, jangan ganggu aku lagi."

Kalimat itu seperti pisau tumpul yang perlahan-lahan memotong habis harapan terakhir Jesica. Ternyata di mata Feri, Jesica selamanya hanya pengganggu yang tak tahu diri. Dia tiba-tiba tersenyum. "Kamu salah paham. Aku cuma mau minta kunci mobil Maybach punyamu. Kamu pakai mobil lain saja dari garasi, aku lebih terbiasa pakai yang ini."

Feri akhirnya menatap Jesica, tetapi nada bicaranya tetap datar, "Hari ini ada urusan mau keluar?"

Jesica menganggukkan kepala. "Iya."

Feri kembali bertanya, "Urusan apa?"

Jesica langsung menarik kunci dari saku jas Feri dan tersenyum tipis. "Mengurus sesuatu ... yang akan membuatmu senang."

Yaitu ... meninggalkan Feri selamanya.
Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
24 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status