INICIAR SESIÓNSetelah mencoba menggoda suaminya yang alim sebanyak 999 kali dan tetap gagal berhubungan intim, Jesica menelepon kakaknya. "Kak, aku berencana cerai." Lukman yang berada di ujung telepon hening selama tiga detik, lalu terdengar suaranya yang rendah. "Sudah kubilang Feri itu kayak orang suci, kamu nggak akan bisa memengaruhinya." Jesica tersenyum dengan mata yang memerah. "Iya, memang aku yang nggak tahu diri." Lukman berkata dengan nada santai, "Datang saja ke Negara Jumania, ada banyak pria tampan yang nggak kalah dari Feri di sini. Adik perempuanku yang selembut dan sebaik ini malah nggak dihargai, biar saja si Feri itu hidup kesepian sampai tua."
Ver másSuasana di taman itu tiba-tiba menjadi hening.Feri berdiri di batas persilangan antara cahaya dan bayangan dengan jas kusut yang ternoda kopi dari pesawat dan rambut yang biasanya rapi pun kini jatuh berantakan di keningnya."Pak Feri mau merebut pengantin?" kata Michael sambil menyipitkan mata.Feri tidak memedulikan Michael, melainkan langsung berjalan ke depan Jesica dan berlutut. Dia berkata dengan suara yang serak, "Aku tahu aku pantas mati, tapi tolong lihat aku sekali lagi ...."Para tamu langsung gempar. Pemimpin Keluarga Sardi di Jardonia yang merupakan pria dingin dan anggun itu kini malah berlutut di hadapan semua orang.Jesica mundur setengah langkah. "Feri, jangan begitu.""Aku sudah menulis 300 surat cinta. Mulai dari saat kita baru bertemu, menikah, sampai ...."Tenggorokan Feri bergerak, lalu melanjutkan, "Sampai hari-hari saat aku mencintaimu, tapi nggak berani mengakuinya."Tangan Feri gemetar saat membuka kotak itu, sehingga lembaran surat yang putih itu beterbangan
Dahlia terpaku di tempat. "Apa?""Karena kamu sudah menikah dengannya, jalani saja dengan baik."Nada bicara Feri terdengar tenang saat mengatakan itu, lalu menatap pria tua di depannya. "Nggak boleh sakiti dia. Kalau nggak, kamu tahu akibatnya."Pria tua itu terus menganggukkan kepala, lalu melangkah maju dan meraih pergelangan tangan Dahlia. "Sayang, ayo pulang. Aku akan perlakukan kamu dengan baik."Dia berpikir meskipun tidak memukul Jesica, dia juga masih memiliki banyak cara untuk menyiksa Jesica. Apalagi penampilannya jelek dan tua, sedangkan Jesica cantik seperti bunga.Jesica berusaha memberontak seperti orang gila. "Feri, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini? Kamu pernah bilang akan selalu melindungiku! Kamu bilang aku orang terpenting bagimu! Kak ... aku salah .... Kak ...."Tangisan histeris Jesica terdengar makin menjauh, tetapi Feri tidak menoleh dan masuk ke ruang kerja.Di ruang meditasi, Feri yang turun tangan sendiri membakar semua barang yang berhubungan dengan Da
Di kafe, Michael mengaduk kopinya dengan tenang. Namun, kalimat pertama Feri membuat gerakannya terhenti."Kembalikan dia padaku, aku bisa menukar dengan apa pun," kata Feri.Michael mengernyitkan alis. "Apa pun?"Feri berkata dengan suara serak, "Ya. Saham Grup Sardi, tanah di Jardonia, asetku di luar negeri. Bahkan ...."Dia menutup mata sejenak, lalu melanjutkan, "Aku bisa membawa kembali Lili, biar dia sendiri yang meminta maaf pada Jes."Michael tiba-tiba tersenyum, lalu meletakkan cangkir kopi dan mata birunya menyiratkan sindiran. "Feri, sampai sekarang pun kamu masih belum paham ya? Jesica bukan barang dagangan. Dia itu seorang manusia yang punya darah, jiwa, dan bisa merasakan sakit serta menangis. Kamu pernah memiliki seluruh hatinya, tapi kamu yang hancurkan semuanya dengan tanganmu sendiri."Setelah mengatakan itu, Michael berdiri dan menatap Feri dari atas. "Sekarang giliranku yang mencintainya. Sedangkan kamu ...."Michael tersenyum dengan pelan. "Hanya bisa menjalani sis
Tangisan di ujung telepon tiba-tiba berhenti, lalu Dahlia berkata dengan suara bergetar dan sangat tajam, "Kak ... apa maksudmu?"Feri memejamkan mata, lalu berkata dengan suara rendah dan lelah, "Dulu aku yang terlalu memanjakanmu. Karena sudah menikah, kamu jalani saja hidupmu dengan baik. Kalau benar-benar nggak tahan lagi ...."Dia terhenti sejenak, "Bilang sama Ayah Ibu. Sekarang aku nggak punya waktu untuk mengurus hal ini. Selain itu ...."Feri tersenyum pahit, lalu melanjutkan, "Kalau aku ikut campur, takutnya Jes lebih nggak akan memaafkanku."Napas Dahlia menjadi terengah-engah, lalu teriakan histeris pun pecah, "Kamu benar-benar sudah jatuh cinta pada Jesica?"Feri terdiam sejenak, lalu akhirnya berkata dengan pelan, "Ya."Kata itu seperti pisau yang memutuskan sisa akal sehat Dahlia. Dia berteriak dengan suara yang hampir menembus gendang telinga, "Nggak mungkin! Jelas-jelas yang kamu cintai itu aku, mana mungkin bisa menyukai dia! Kamu bohong! Kamu pasti menipuku!"Dengan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.