Di kafe, Michael mengaduk kopinya dengan tenang. Namun, kalimat pertama Feri membuat gerakannya terhenti."Kembalikan dia padaku, aku bisa menukar dengan apa pun," kata Feri.Michael mengernyitkan alis. "Apa pun?"Feri berkata dengan suara serak, "Ya. Saham Grup Sardi, tanah di Jardonia, asetku di luar negeri. Bahkan ...."Dia menutup mata sejenak, lalu melanjutkan, "Aku bisa membawa kembali Lili, biar dia sendiri yang meminta maaf pada Jes."Michael tiba-tiba tersenyum, lalu meletakkan cangkir kopi dan mata birunya menyiratkan sindiran. "Feri, sampai sekarang pun kamu masih belum paham ya? Jesica bukan barang dagangan. Dia itu seorang manusia yang punya darah, jiwa, dan bisa merasakan sakit serta menangis. Kamu pernah memiliki seluruh hatinya, tapi kamu yang hancurkan semuanya dengan tanganmu sendiri."Setelah mengatakan itu, Michael berdiri dan menatap Feri dari atas. "Sekarang giliranku yang mencintainya. Sedangkan kamu ...."Michael tersenyum dengan pelan. "Hanya bisa menjalani sis
더 보기