Beberapa hari berikutnya, untuk pertama kalinya Feri tetap tinggal di rumah. Sepertinya dia juga menyadari suasana hati Jesica sedang buruk. Kejadian langkanya, dia bahkan menyuruh Dahlia untuk meminta maaf pada Jesica.Dahlia berdiri di depan Jesica, lalu berkata dengan nada sembarangan, "Kak Jesica, maaf, hari itu aku sudah terlalu impulsif."Jesica hanya melirik Dahlia sekilas dengan dingin, bahkan bicara pun malas. Dia berbalik dan masuk ke kamar, lalu membanting pintu dengan keras.Dahlia terkejut sampai gemetaran. Dia segera memeluk Feri dan berkata dengan suara bergetar, "Kak, dia nggak akan memukulku, 'kan?"Feri menepuk punggung Dahlia dengan tenang. "Selama ada Kakak di sini, nggak ada orang yang akan menindasmu."Begitu Feri selesai bicara, terdengar suara membongkar barang dari dalam kamar.Feri mengernyitkan alis. Dia baru saja hendak mengetuk pintu, pintu tiba-tiba dibuka.Jesica keluar sambil membawa sebuah kotak besar. Tanpa melirik Feri sama sekali, dia langsung berjal
Mehr lesen