Meski berada di bawah gempuran nikmat Joko, Maya masih mengingat tujuan lain, dia datang ke sini. "Ahh... sayang, ahh... bukannya kamu mau ngasih tahu aku, dari mana kamu dapat uang buat beli mobil." "Uang itu... aku dapat dari Juragan Rusdi. Kamu pasti sudah dengar kan? Aku menyingkirkan Juragan Rusdi." Maya mengangguk. "Aku sudah dengar! Jadi kamu bukan cuma menyingkirkannya, kamu juga merampas hartanya?" "Nah... iya, itu benar! Orang se macam itu, kalau tetap di biarkan kaya, pasti akan menyusahkan orang lain lagi," balas Joko. "Sayang, kamu sangat kejam, ahh... ahh... tapi aku suka," ucap Maya sambil memasang wajah nakal. Joko terkekeh pelan. Setelah bermain di posisi tersebut beberapa menit, mereka merubah posisi. Kali ini, Maya lah yang mengambil alih posisi di atas. Setelah penyatuan di lakukan, wanita itu bergoyang dengan lincahnya."Ahhh... bagus! Enak banget, ahh..." racau Joko dengan ekspresi yang sangat menikmati.Tangan Joko meraih kedua semangka besar Maya, l
Baca selengkapnya