Home / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 216 Ibunya Lebih Liar

Share

Bab 216 Ibunya Lebih Liar

Author: Tristar
last update publish date: 2026-07-03 18:03:00

Joko menarik turun Bra renda itu ke bawah, sampai dua semangka besar itu menyembul keluar. Setelah itu, dia meremas keduanya, lalu membenamkan wajahnya di sana.

"Ahhh..." Tante Riana mendesah manja sambil memasang ekspresi menikmati.

Jilatan dan isapan Joko lakukan, yang membuat desahan Tante Riana semakin keras.

"Ahhh... ahh... Jo, enak banget sayang, ahh... kok jilatan kamu seenak ini, ahh..."

Joko bergeser ke puting wanita itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 346 Dapat Tungku, Berkenalan Sama Wanita Cantik

    Wanita itu menghela napas panjang. Amarahnya masih membara, tapi dia sadar berdebat lebih lama hanya akan membuang waktu. "Sudahlah! Percuma bicara sama pedagang gak tahu malu sepertimu!" Dia membalikkan badan, hendak melangkah pergi. Pedagang berkumis itu tersenyum puas, mengira dirinya menang. Namun sebelum wanita itu benar-benar beranjak, Joko melangkah maju dari kerumunan. "Tuan, boleh saya tanya sesuatu?" ucapnya sambil menunjuk ke sudut lapak yang tertutup kain lusuh. Pedagang berkumis itu menoleh, sedikit terkejut. "Tanya apa, Tuan?" "Barang yang di belakang itu, yang ditutup kain. Apa itu?" Pedagang itu melirik ke arah yang ditunjuk Joko, lalu tertawa kecil. "Oh, itu cuma tungku tua, Tuan. Karatan, gak ada nilainya. Mau saya kasih gratis juga gak masalah." "Boleh saya lihat?" Pedagang itu mengangkat bahu, lalu menyingkap kain lusuh itu. Sebuah tungku kecil dari logam gelap muncul dari balik tumpukan barang rongsokan. Bentuknya sederhana, permukaannya penuh ka

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 345 Pasar Barang Antik

    Pasar Antik Jalan Kencana... Joko memarkir mobilnya di ujung jalan. Begitu turun, matanya langsung terbelalak. Sepanjang jalan dipenuhi pedagang barang antik. Ada yang membuka toko besar dengan etalase kaca, ada juga yang cuma menggelar tikar di tepi jalan. Guci, patung, keris, uang kuno, lukisan tua, sampai perabot kayu berukir, semuanya dijajakan berjejer seperti pasar tradisional. Suara tawar-menawar terdengar di mana-mana. "Tuan, mampir, Tuan! Ini guci dinasti kuno, asli!" "Keris pusaka, Tuan! Ada isinya!" Joko hanya tersenyum sambil terus melangkah. Dia tahu, di tempat seperti ini, barang palsu jauh lebih banyak daripada yang asli. Beberapa pedagang meliriknya dengan mata berbinar. Penampilan Joko yang rapi dan wajahnya yang tampan membuat mereka mengira dia anak orang kaya yang gampang ditipu. "Sini, Tuan! Ini pusaka peninggalan kerajaan, cuma tinggal satu!" "Jangan percaya sama dia, Tuan! Punya saya yang asli!" Joko melambaikan tangan sambil terus berjalan. Dia berhen

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 344 Jatah Rinda

    Di dalam kamar Rinda... Lampu tidur menyala temaram. Rinda baru saja selesai mandi. Rambutnya masih setengah basah, tubuhnya hanya berbalut handuk putih. Mendengar pintu terbuka, dia menoleh kaget. "Kak Jo?!" Joko menutup pintu di belakangnya, lalu bersandar dengan senyum nakal. "Tadi siang kamu bilang nanti malam, kan?" Wajah Rinda langsung memerah. "A-aku bilang kita lihat nanti saja..." "Nah, sekarang sudah nanti," balas Joko sambil melangkah mendekat. Rinda mundur selangkah sampai punggungnya menyentuh dinding. Jantungnya berdebar tak karuan. Dia ingin membalas, tapi kata-katanya tertahan di tenggorokan. Joko berhenti tepat di depannya. Tangannya terangkat, menyelipkan helai rambut basah ke belakang telinga Rinda. "Kalau kamu belum siap, bilang saja. Aku gak akan maksa," ucapnya pelan. Rinda terdiam. Sepanjang hidupnya di dunia model, tak pernah ada pria yang menanyakan itu padanya. Mereka semua hanya menganggapnya barang yang bisa dibeli. Matanya memanas. Dia m

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 343 Baru Sehari Nambah Dua Wanita

    Vila Bintang... Suara mesin Ferrari yang menderu terdengar sampai ke dalam vila, disusul dua mobil lain yang berhenti di belakangnya. Bila dan Rinda turun dari mobil masing-masing, lalu memandang bangunan vila yang begitu megah dengan mata terbuka lebar. "Ini... vila kakak?" tanya Rinda tak percaya. "Iya. Ayo masuk!" Joko mengangkat dua koper sekaligus dengan satu tangan, seolah koper itu tak ada beratnya. Bila mendekat, lalu berbisik, "Kak Jo, di dalam ada siapa saja?" Joko tersenyum. "Kan aku sudah bilang, aku tinggal sama beberapa wanitaku." "Beberapa?" "Delapan," jawab Joko pelan. Rinda langsung menoleh. "De-delapan?!" Bila menutup mulutnya, berusaha menahan tawa. Begitu pintu terbuka, suasana ruang tengah yang tadinya ramai langsung hening. Sinta, Lana, Ayu, dan Mona sedang duduk di sofa sambil menonton televis

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 342 Feli Menyesal?

    Di sebuah kamar hotel...Lampu kamar menyala redup. Selimut putih berantakan di atas tempat tidur, pakaian berserakan di lantai.Tuan Muda Rico berbaring bersandar di kepala ranjang dengan ekspresi puas. Di sampingnya, Feli menarik selimut sampai ke dada. Wajahnya tampak lelah."Tuan Muda, apa orang yang kamu kirim akan berhasil mengalahkan Joko?" tanya Feli pelan."Aku sangat yakin! Aku gak percaya kalau si Joko itu sudah berada di ranah Master! Walaupun benar, keempat orang yang aku kirim pasti bisa menghabisinya!" balas Tuan Muda Rico.Feli menggigit bibirnya. Sorot matanya tampak rumit. Entah kenapa, dia malah mengkhawatirkan keselamatan Joko.Beberapa saat yang lalu, dia sudah meminta Tuan Muda Rico untuk berhati-hati. Namun pria itu sama sekali tak menghiraukannya dan hanya memikirkan kesenangannya sendiri.Feli mengepalkan tinjunya di balik selimut. Ekspresi wajahnya tampak sangat tertekan."Jalang, kau memang yang terbaik!" ucap Tuan Muda Rico sambil tertawa puas.Feli tidak m

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 341 Teknik Tinju Naga Pemusnah

    Joko mengepalkan tinjunya erat. Seketika, cahaya putih keemasan kembali meledak dari tinjunya. Cahaya itu berputar liar, lalu perlahan membentuk kepala naga yang terlihat semakin jelas. WUSS! Aura penindasan yang mengerikan menyebar ke seluruh tempat. Udara di sekitarnya seolah bergetar dan menjadi kacau akibat tekanan yang dipancarkan Joko. Wajah keempat pria itu seketika memucat. Mereka merasa sangat terancam dengan serangan yang di persiapkan Joko itu. "Aku rasa... teknik tinju itu... jauh lebih kuat dari Pemimpin Keluarga!" ucap salah satu pria. "Kita gak akan bisa menghadapinya! Ayo cepat pergi!" ajak pria berkulit gelap. Keempat pria itu hendak berbalik, namun Joko tentu tak akan membiarkan itu. Dia langsung melempar tinjunya. "Rasakan dulu ini! Baru kalian pergi!" teriak Joko. Kepala naga yang terbentuk dari energi itu melesat ke arah keempat pria itu. "Sial!" teriak keempatnya, sambil menyilangkan tangan mereka yang di aliri energi untuk menahan serangan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status