Mata gerinda mulai mengenai kulit batu itu, suara gesekan yang keras tercipta. Lapisan sedikit lapisan mulai terpotong. Namun, tidak terlihat ada tanda-tanda batu giok. "Jagoanku, sudah pasti itu cuma batu biasa," ucap Sonya dengan nada menggoda. "Mungkin kurang dalam!" ucap Joko, lalu dia memotongnya lebih dalam lagi. Nadya dan Sonya menggeleng-gelengkan kepala mereka, begitu pula dengan pria tua itu. Pada saat lapisan yang lebih dalam berhasil di belah, warna ungu yang sangat jelas terlihat. Sontak, mata Nadya, Sonya, dan pria tua itu membelalak lebar. "Hei, di dalamnya ternyata warna ungu," ucap Joko dengan polosnya. Nadya dengan cepat merebut batu itu dari Joko. Dia menatap batu itu dari jarak yang sangat dekat. "Giok... ternyata ada giok nya!" teriak Nadya. Joko bangkit, ekspresinya tampak bingung. "Giok, emangnya batu ungu itu giok?" tanyanya sambil menggaruk tengkuk lehernya. "I-ini benar-benar giok! Giok ungu jenis es! Giok langka! Sangat transparan, gak ada sedikit p
Ler mais