Tiga hari setelah pertemuan resmi dengan Sang Kurator, sebuah pesawat jet pribadi berwarna putih bersih mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Keflavík, Islandia. Begitu pintu pesawat terbuka, hembusan angin utara yang sangat dingin langsung menyergap masuk, membawa aroma laut yang segar dan bersih. Suhu udara di luar menunjuk angka lima derajat Celsius, sebuah perubahan drastis dari hawa tropis kota Jakarta yang biasa mereka rasakan.Edward melangkah keluar lebih dulu, mengenakan mantel wol tebal berwarna hitam. Di belakangnya, Estela menyusul sambil menggandeng erat tangan Arthur Junior. Bocah delapan tahun itu tampak sangat menggemaskan dengan jaket musim dingin tebal berwarna biru cerah, lengkap dengan kupluk rajut bertelinga beruang yang menutupi kedua telinganya."Wah, dingin sekali, Ibu! Napas Arthur ada asapnya!" seru Arthur dengan mata bulat yang berbinar-binar gembira. Setiap kali ia mengembuskan napas, uap putih teba
Ler mais