LOGINBagi Estela Calista, kecantikan adalah kutukan yang membuatnya dikhianati oleh teman-temannya sendiri. Bagi Edward Sebastian Alexander, kekayaan adalah penjara yang membuat ibunya menghalalkan segala cara demi seorang cucu, termasuk menjebak putranya sendiri.
View MoreSistem pengamanan di Mansion Sebastian ditingkatkan secara menyeluruh berdasarkan analisis ancaman terbaru. Edward memperbarui protokol pengawasan digital dan menambah jumlah personel keamanan di setiap akses masuk utama.Di area luar, kamera termal spesifikasi militer dipasang di sepanjang batas luar area. Selain itu, seluruh tamu dan staf domestik wajib menjalani pemeriksaan biometrik sebelum memasuki area inti rumah.Meskipun pengawasan digital dan fisik telah diperketat, celah keamanan masih berpotensi ada pada sektor utilitas dasar yang belum diperbarui.Victoria memanfaatkan celah pada sektor tersebut dengan memilih metode sabotase fisik pada jalur LPG di area dapur belakang.Aksi ini dilakukan melalui seorang pekerja harian yang menggunakan identitas pemeliharaan rutin palsu setelah menerima suap. Pekerja tersebut memodifikasi jalur pipa dengan cara menonaktifkan katup pengaman otomatis secara manual. Akibatnya, tekanan gas t
Ketegangan di Mansion Sebastian selama berminggu-minggu akhirnya mulai mereda. Meski upaya serangan balik digital Edward perlahan mengembalikan kepercayaan investor, situasi ini cukup menguras energi penghuni rumah. Estela mulai menyadari bahwa memenangkan setiap perdebatan di media tidak otomatis memberikan kedamaian yang mereka butuhkan.Malam itu, setelah Arthur Junior tidur di kamar dengan pengamanan biometrik, Estela menemui Edward di balkon ruang kerja. Edward sedang berdiri melihat ke arah luar, tampak kelelahan memikirkan masalah yang sedang mereka hadapi."Edward, kita perlu bicara." ujar Estela, tenang namun serius. Edward menoleh. "Tentang petisi terbaru dari pengacara ibuku?" Tanya Edward"Bukan. Tentang kita. Tentang masa depan anak kita yang berada di dalam sana," Estela menunjuk ke arah kamar bayi. "Selama kita tetap berada di sini, mengenakan nama Sebastian, dan memimpin perusahaan ini, kita akan selalu menj
Strategi Victoria Sebastian selalu melibatkan kombinasi antara sabotase internal dan manipulasi opini publik. Begitu sadar mata-matanya di Mansion Sebastian mulai ketahuan oleh Estela, Victoria langsung ganti strategi ke cara lamanya, yaitu merusak nama baik Edward.Dia tahu betul kalau di dunia bisnis sekarang, opini publik jauh lebih berpengaruh daripada fakta. Isu buruk yang menyerang nama baik seorang bos bisa bikin harga saham anjlok jauh lebih cepat dibanding masalah operasional apa pun.Selasa pagi itu, sebuah situs berita independen luar negeri yang banyak dibaca investor Asia Tenggara merilis artikel investigasi eksklusif. Judulnya cukup memancing, "Hilangnya Julian Sebastian, Kebenaran di Balik Tragedi Jalur Pegunungan". Di dalam artikel itu, mereka juga menyertakan sebuah rekaman suara yang diklaim sebagai obrolan rahasia antara Edward Sebastian dengan seseorang yang tidak dikenal.Di dalam rekaman itu, yang dibuat menggunakan teknologi deepfake suara tingkat tinggi, s
Setelah rencana perawat Maria terbongkar dan Edward menemui Victoria, situasi di Mansion Sebastian berubah. Jika sebelumnya Estela hanya menjadi pihak yang dilindungi, sekarang ia mulai bertindak aktif. Perubahan ini terjadi bukan karena emosi, melainkan karena serangkaian keputusan yang ia ambil demi melindungi anaknya.Estela mulai menyadari bahwa sistem keamanan Edward, meskipun canggih dan berlapis tapi memiliki satu kelemahan fatal, sistem tersebut dirancang untuk melawan musuh dari luar dan pengkhianatan, namun kurang peka terhadap ancaman dari dalam dan manipulasi psikologis yang merupakan keahlian Victoria."Aku tidak mau lagi ada staf yang masuk ke area nursery tanpa izin biometrik dariku," ujar Estela suatu pagi saat Edward sedang bersiap untuk rapat dengan Leo.Edward berhenti merapikan dasinya dan menatap istrinya melalui pantulan cermin."Sistem biometrik utama sudah mencakup area itu, Estela. Setiap pengawal memiliki akses yang tercatat.""Itu masalahnya," sahut Este
Clarissa terpaku, wajahnya yang tadinya cerah mendadak pucat pasi. Ia ingin membalas, namun punggung Estela yang menjauh dengan langkah angkuh memberikannya tekanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Estela tidak lagi berjalan seperti mangsa, ia berjalan seperti pemilik tempat ini. Namun,
"Jangan... jangan pergi ke paviliun itu," igau Edward. Keringat dingin membanjiri pelipisnya. "Gelap... aku tidak bisa membukanya..."Estela menyadari bahwa Edward sedang terjebak dalam mimpi buruk masa lalunya. Dia mengusap rambut Edward yang basah oleh keringat dengan lembut. "Sssttt... tenang
"Sudah kutegaskan untuk tidak masuk ke sini, Estela." Suara bariton itu menyambar seperti petir di tengah keheningan. Estela tersentak hebat hingga map di tangannya terjatuh, isinya berserakan di atas karpet. Edward berdiri di ambang pintu, masih mengenakan jasnya yang sedikit berantakan. Waj
Saat mereka memasuki aula utama, musik orkestra yang tenang seketika meredup, digantikan oleh kesunyian yang mencekam sebelum suara riuh rendah bisikan tamu mulai memenuhi ruangan. Edward menggandeng lengan Estela dengan posesif, memandu langkahnya menuruni tangga besar."Itu dia... gadis mahasis
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews