Namun, usaha Edward sia-sia. Hanya dalam waktu satu menit, layar komputer besarnya menampilkan tanda silang merah besar dengan tulisan peringatan. Sinyal pengirim pesan itu menghilang begitu saja bagai asap, terhapus secara otomatis oleh sebuah sistem pengaman luar negeri yang tingkatannya jauh di atas rata-rata. "Sial," umpat Edward pelan dengan suara tertahan, mencoba meredam emosinya agar tidak membuat Arthur ketakutan. Ia berbalik dan menatap Arthur dengan pandangan yang sangat serius. "Arthur, jawab jujur kepada Ayah. Apa kamu pernah membalas pesan ini atau membuka gambar lain sebelum datang ke kamar Ayah?" "Enggak, Ayah. Arthur cuma baca tulisannya saja, terus Arthur langsung lari ke sini karena ingat kata Ayah kalau ada hal aneh harus langsung lapor," jawab Arthur jujur, sepasang matanya menatap ayahnya dengan bingung sekaligus penasaran. "Ayah, sebenarnya mereka itu siapa? Apakah mereka ora
Read more