Pagi harinya, suasana di rumah keluarga Edward tampak berjalan seperti biasa, setidaknya dari luar. Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah tirai ruang makan, memantulkan cahaya hangat di atas meja kayu tempat sarapan disajikan. Estela duduk di kursi makan sambil mengaduk teh hangatnya yang sudah mendingin. Pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Matanya sesekali melirik ke arah luar jendela, tempat di mana ia biasanya melihat Arthur Junior bermain atau melihat kakaknya, Adrian, datang berkunjung.Arthur Junior duduk di samping ibunya, mengunyah roti panggangnya dengan tenang. Bocah delapan tahun itu tampak sangat pandai bersandiwara. Tidak ada raut wajah panik atau takut yang tersisa dari malam tadi. Di dekat kakinya, boneka beruang kecil yang menemaninya begadang semalam bersandar di kaki kursi. Ketika pelayan rumah berjalan melewati mereka, Arthur mendongak dan memberikan senyuman polosnya yang paling manis. Namun, di bawah meja, tangan kecil Arthur sesekali
Ler mais