Sona berucap lengkap dengan tatapan tajam untuk serta mengintimidasi ke arah Nabil, namun tatapan itu tidak cukup untuk membuat Nabil ketakutan. "Itu bukan urusanmu ketua Osis yang terhormat." "Tapi kejadian ini terjadi di wilayahku, dan sebagai ketua Osis aku harus mengetahuinya." ucap Sona tidak mau kalah. "Ya ya ya terserah kau saja, Ketua." Nabil kembali mengejek Sona, dia bahkan tidak masalah jika harus beradu mulut dengan wanita itu."Heii mau kemana kau?" tanya Sona kesal saat melihat Nabil yang pergi begitu saja tanpa memperdulikannya. "Ya ke kelas lah, kau pikir apa lagi, ke hotel? nanti sajalah itu." jawab Nabil acuh."Bukan begitu maksudku bodoh, setidaknya biarkan aku mengobati lukamu itu dulu." tunjuk Sona ke arah bahunya yang masih mengeluarkan darah. "Tidak perlu." ucapnya melangkah dengan acuh.Sona yang mendengar itu langsung mengejar Nabil._______Dan di sinilah mereka sekarang, walaupun Nabil menolaknya, namun Sona menyeretnya ke UKS, dan keduanya kini berada d
Zuletzt aktualisiert : 2026-04-08 Mehr lesen