Sebuah angin malam berhembus dengan agak kencang menerpa pembicaraan antara Sirzechs dan Nabil. Meskipun suara Nabil tersamarkan oleh angin yang berhembus, Sirzechs menyunggingkan sebuah senyum saat mendengar permintaan dari Nabil. "Sepertinya dugaanku tentangmu tidaklah salah." Sirzechs tersenyum lebar karena seperti yang dia duga, bahwa beginilah sifat dari sosok yang berdiri di depannya itu. "Yah kau tidak bisa protes apapun karena.... memang hanya itulah yang aku butuhkan." Nabil. mengangkat bahu dengan acuh. Tidak peduli dengan kastil, istana atau bahkan godaan untuk menjadi raja harem sekalipun tidak pernah terlintas di benaknya. Karena hanya 'itu' yang saat ini dia butuhkan, hanya 'itu' yang dapat mengakhiri masalah yang entah kenapa lambat laun menjadi semakin rumit untuk di pikirkan otaknya. "Kau tenang saja, karena pasti kau akan mendapat lebih dari itu." Sirzechs berjanji, jika masalah pertunangan itu sudah benar - benar selesai, entah itu berakhir baik ataupun bur
Last Updated : 2026-04-24 Read more