Nabil keluar dari apotek dengan sebuah kantung plastik berwarna putih yang berisi beberapa botol obat, juga kapsul-kapsul yang cukup banyak jumlahnya. Lilith yang melihat itu menaikkan alis bingung. "Sebenarnya aku ingin menanyakan ini sejak awal tapi kau sebenarnya sakit apa sih?" "Hanya sakit kepala biasa, tidak lebih." bohong Nabil. "Oh..." Entah itu bohong atau tidak Lilith tidak punya hak sama sekali untuk protes, karena dia bukan siapa-siapa pemuda di depannya itu. Dia hanyalah orang asing yang kebetulan kenal di pesawat. Namun dia merasa sakit saat menyadari kenyataan itu. Namun, dia ingin lebih dari sekedar itu, lebih dari sekedar kenalan, teman atau bahkan sahabat. Karena dia sadar jika dia menyukai pemuda itu. Dia tidak melihat pemuda itu dari perawakan maupun penampilannya, melainkan dari sisi yang bahkan Lilith sendiri sulit untuk menjelaskannya. Dia melihat Nabil itu seperti Jack InThe Box yang kadang kala mengeluarkan wujud yang baik dan kadang kala menunjukkan
Terakhir Diperbarui : 2026-05-15 Baca selengkapnya