Griceliene melangkah berat berniat meninggalkan balkon. Di belakangnya, suara Camille masih bergema, mencoba menahan dengan kata-kata yang setengah mengancam namun penuh kekhawatiran. Wajah Griceliene memerah, campuran antara lelah dan kemarahan yang terpendam lama. Matanya menatap jauh ke langit gelap, seolah mencari pelarian dari keramaian dan kepura-puraan pesta yang memenjarakan jiwanya. "Aku mau pulang dulu!" suaranya tegas, tapi ada getar lelah yang sulit disembunyikan. Camille mengerutkan dahi, mencoba mempertahankan kendali, "Tunggu aku di sini sebentar, aku masih ada rapat." Griceliene menghela napas panjang, pandangannya beralih menatap ke arah suaminya. "Itu bukan urusanku," katanya dingin, "Aku hanya ingin pulang, aku lelah." Ada ketegangan halus dalam suaranya, seperti ledakan kecil yang siap meledak kapan saja. Camille menatapnya dengan serius, "Oke, kamu boleh pulang. Tapi beneran pulang, aku nggak mengizinkan kamu bertemu pria lain lagi. Takutnya
Last Updated : 2026-04-13 Read more