Griceliene berlari terbirit-birit di jalanan berbatu, sepatu hak tinggi yang biasa menjadi simbol keanggunannya sudah ia lepaskan dan digenggam erat di tangan. Wajahnya penuh kepanikan, napasnya tersengal-sengal. Setiap langkah tanpa sepatu menimbulkan rasa sakit di telapak kaki dan lutut yang mulai berdarah akibat tergores batu tajam. Sesampainya di depan mansionnya yang sunyi, Griceliene mendapati tidak ada seorang pelayan pun di sana. Tanpa berpikir panjang, ia memanjat pagar besi tinggi dengan susah payah, kulit lututnya tergores kasar, tapi ia tak peduli. Adrenalin mengalir kencang, menutupi rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya. Sekarang ini Griceliene tak memiliki banyak waktu. Di dalam kegelapan mansion, ia berhasil menemukan dan mengambil kotak kecil berisi bukti-bukti yang bisa membersihkan nama orang tuanya dari tuduhan keji. Dengan napas terengah-engah, Griceliene melangkah keluar, menggenggam kotak itu seperti harta paling berharga. Namun, langkahny
Last Updated : 2026-04-01 Read more