Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti halaman kediaman Grand Duke Camille Lorens ketika Duke Tristan Vale tiba-tiba muncul di depan pintu utama. Wajahnya yang tegas dan mata yang memancarkan kegelisahan membuat Dylan, ajudan setia Grand Duke, terperangah. "Dimana anak haram atasanmu?" suara Tristan dalam dan tanpa tedeng aling-aling memotong kesunyian pagi.Dylan menelan ludah, merasakan getaran aura yang aneh dari pria di hadapannya, sebuah kekuatan yang mengingatkannya pada Camille sendiri. Namun, ia tetap memilih diam, tahu bahwa rahasia itu terlalu berharga untuk diungkap sembarangan. Tristan menghela napas panjang, lalu menatap Dylan dengan tatapan penuh kepastian. "Kamu tidak berubah, tetap saja setia seperti dulu. Sebenarnya aku adalah Camille di kehidupan sebelumnya," ucapnya pelan, suaranya penuh beban namun meyakinkan.Cerita tentang kelahiran kembali dan ingatan yang terpendam keluar begitu saja dari mulut Tristan, mengalir bagai sungai yang tak terbendung. Dylan te
Read more