Malam sudah sangat larut, bahkan terasa menuju pagi. Udara di kastil Grand Duchy terasa dingin menusuk tulang. Sedari tadi, Camille masih berdiri terpaku di depan pintu kamar Griceliene, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya, berusaha menahan gelombang penyesalan yang membuncah.Matanya merah dan sembab, menunjukkan betapa lama ia berdiri di sana, merenungi kesalahan yang mungkin tak mudah untuk dimaafkan. Jantungnya berdebar tak menentu, antara keinginan memaksa masuk dan rasa takut akan reaksi istrinya yang rapuh.Dengan napas tertahan, Camille perlahan membuka pintu, langkahnya ringan agar tidak mengganggu. Di dalam kamar yang remang oleh cahaya bulan, ia melihat Griceliene terlelap, wajahnya tenang namun menyimpan kepedihan yang dalam. Rambut warna pink yang terurai menutupi bantal, sorot matanya yang terpejam tampak begitu damai, seolah-olah luka hati itu sedang berusaha disembunyikan.Camille mendekat, hatinya sesak namun ia tak bisa menahan diri. Ia membungkus tubuh is
Read more