Bab 111. Harga Sebuah KeserakahanDi bagian timur Padang Seratus Jebakan, tidak jauh dari jalur yang mulai dipenuhi jejak para cultivator, suara benturan dan jeritan kesakitan terus bergema tanpa henti. Di sebuah tanah lapang yang ilalangnya telah rata akibat pertarungan, tujuh orang cultivator terkapar dalam keadaan babak belur. Tubuh mereka dipenuhi memar, pakaian robek, dan darah mengalir dari sudut mulut mereka, namun pukulan dan tendangan masih terus menghujani tubuh mereka tanpa belas kasihan.Sekelompok pria berjubah merah dengan lambang kepala harimau hitam di dada mereka tertawa keras setiap kali salah satu korban memuntahkan darah. Mereka berasal dari Sekte Harimau Merah, kekuatan yang selama ini menjadi pendukung utama kubu Pangeran Shui Feng dan Tang Bohu.Tidak jauh dari sana, di bawah naungan pohon tua, dua buah kursi kayu diletakkan menghadap ke arah pemandangan penyiksaan itu. Shui Feng duduk bersandar dengan santai sambil memutar cawan arak di tangannya, sedangkan T
Mehr lesen