Mag-log inTian Fan, seorang jenius muda dari Sekte Raja Obat, dikenal sebagai tabib paling berbakat di generasinya. Namun, kejeniusannya justru menjadi awal kehancurannya. Saat ia memilih menggunakan metode terlarang—membedah tubuh manusia dan mempelajari racun untuk menyelamatkan nyawa sehingga ia dituduh menyimpang dari ajaran suci sekte. Dikhianati oleh para tetua dan rekan-rekannya sendiri, Tian Fan diusir, dihancurkan jalur energinya, dan dibuang ke jurang kematian untuk mati secara mengenaskan. Namun takdir berkata lain. Di ambang kematian, ia diselamatkan oleh sosok misterius, Master Xiaohu Yan, yang mewariskan pengetahuan kuno, kekuatan luar biasa, serta tujuan yang selaras dengan dendamnya. Dari sana, Tian Fan bangkit—bukan lagi sebagai tabib biasa, tetapi sebagai sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Di dalam lembah kematian, ia mengasah ilmunya dengan cara yang tak pernah dibayangkan—belajar dari mayat, darah, dan rasa sakit. Metodenya menjadi semakin sempurna, semakin ekstrem… namun juga semakin efektif. Tahun demi tahun berlalu, namanya mulai dikenal sebagai “Tabib Hitam”—seseorang yang mampu menyelamatkan nyawa dengan cara yang membuat dunia bergidik. Ketika rahasia masa lalu mulai terkuak dan organisasi bayangan, Klan Pengadilan Hitam, kembali muncul ke permukaan, Tian Fan menyadari bahwa pengkhianatan yang ia alami hanyalah bagian kecil dari konspirasi yang jauh lebih besar. Kini, dengan ilmu, kekuatan, dan tekad yang tak tergoyahkan, Tian Fan melangkah kembali ke dunia.Bukan untuk mencari pengakuan. Melainkan untuk menghancurkan kemunafikan dunia pengobatan, membalas pengkhianatan masa lalu, dan membuktikan satu hal— Bahwa untuk menyelamatkan nyawa… terkadang, seseorang harus berani mengotori tangannya dengan darah.
view moreBab 171. Melepas segel.Sorot mata naga hitam itu perlahan berubah setelah mendengar suara Tian Fan. Tatapan merah yang sebelumnya dipenuhi keganasan dan tekanan perlahan menjadi lebih tenang, seolah suara pemuda tersebut telah menyentuh bagian terdalam dari jiwanya yang selama ini terbelenggu. Tian Fan memperhatikan perubahan itu dengan saksama, dan semakin lama ia mengamati, semakin jelas baginya bahwa seluruh pasak kristal yang membelenggu tubuh naga tersebut bukan sekadar berfungsi sebagai penjara, melainkan juga digunakan untuk mengekang amukan serta menekan kekuatan liarnya agar tidak sepenuhnya meledak.Tian Fan berjalan perlahan mendekati salah satu pasak kristal yang menahan leher naga. Ia memperhatikan setiap pola yang terukir di permukaannya, merasakan aliran energi kuno yang masih bergerak di dalam kristal tersebut. Teknik penyegelan ini benar-benar berbeda dari seluruh teknik yang pernah ia lihat sebelumnya. Bukan hanya rumit, tetapi juga memiliki tingkat kesempurnaan y
Bab 170. Iblis Kecil Itu Ternyata…Baru saja pertanyaan Tian Fan mengenai keberadaan Si Iblis Kecil terucap, ia tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh dari kedalaman Menara Kegelapan. Langkahnya yang semula hendak bergerak mendekati Shandian perlahan terhenti. Alisnya sedikit berkerut ketika kesadaran spiritualnya menyapu seluruh lantai kedua puluh. Ada sebuah aura yang samar, sangat lemah, tetapi terasa begitu familiar hingga membuat pikirannya langsung tertuju kepada satu sosok yang telah lama tidak ditemuinya.Tian Fan berdiri diam beberapa saat, membiarkan kesadaran spiritualnya menyebar lebih jauh. Semakin dalam ia merasakan aura tersebut, semakin jelas pula perasaan familiar yang muncul dalam benaknya. Namun anehnya, aura itu tidak sepenuhnya sama dengan aura yang pernah ia rasakan sebelumnya. Ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang jauh lebih murni dan lebih dalam, seolah sumber aura tersebut telah mengalami perubahan besar.“Ini apa? Aku merasakan aura yang sangat familiar dari
Bab 169. Pertemuan dan perbedaan.Setelah pergulatan panjang dengan kedua keindahan Kerajaan Shui itu akhirnya berakhir, Tian Fan memperoleh hasil yang jauh lebih besar daripada yang ia perkirakan. Di dalam dantiannya, Inti Matahari Yang dan Inti Es Abadi Yin yang sebelumnya memiliki ukuran sangat berbeda kini telah mencapai keseimbangan sempurna. Kedua inti yang dahulu satu berukuran kecil dan satu jauh lebih besar kini telah berubah menjadi dua inti dengan ukuran yang sama. Keseimbangan tersebut membuat fondasi kultivasinya yang sebelumnya kacau perlahan kembali stabil, bahkan kekuatannya mengalami lonjakan besar. Jika sebelumnya kultivasinya hanya naik satu tingkat kecil, dari Ranah Rajabumi tingkat menengah menuju tingkat atas, kini kekuatannya telah melompat jauh hingga mencapai Ranah Kaisar tingkat menengah. Memang, kekuatan tersebut masih belum kembali ke ranah aslinya, tetapi bagi Tian Fan, pencapaian itu sudah lebih dari cukup untuk menghadapi banyak situasi yang mungkin m
Bab 168. (21+) Rasa Ranah LangitPendaran cahaya perak dan emas yang sebelumnya membubung perlahan memudar, meninggalkan keheningan yang syahdu di atas podium bundar danau wisteria. Ketiganya duduk bersila dalam keheningan total guna merajut kembali aliran meridian dan memadatkan fondasi yang baru saja melompati batas kodrat. Di atas puncak kepala Mu Xueyan dan Yue Qing’er, kabut spiritual samar perlahan berputar membentuk bulatan cahaya padat yang berdenyut selaras dengan detak jantung mereka; pertanda mutlak bahwa Banlu spiritual mereka tengah dibangkitkan menuju wujud sempurna. Tian Fan perlahan membuka kedua kelopak matanya, menatap sepasang gadis di hadapannya yang kini telah resmi memijakkan kaki di Ranah Langit tingkat awal,sebuah pencapaian agung yang biasanya menuntut pertaruhan darah dan waktu puluhan tahun. Ketika memeriksa kondisi dantiannya sendiri, senyum tipis terukir di sudut bibirnya; meski pemurnian ganda tiga arah ini memberi penguatan besar, kenaikannya tertahan
Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri
Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala
Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca
Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu