LOGINTian Fan, seorang jenius muda dari Sekte Raja Obat, dikenal sebagai tabib paling berbakat di generasinya. Namun, kejeniusannya justru menjadi awal kehancurannya. Saat ia memilih menggunakan metode terlarang—membedah tubuh manusia dan mempelajari racun untuk menyelamatkan nyawa sehingga ia dituduh menyimpang dari ajaran suci sekte. Dikhianati oleh para tetua dan rekan-rekannya sendiri, Tian Fan diusir, dihancurkan jalur energinya, dan dibuang ke jurang kematian untuk mati secara mengenaskan. Namun takdir berkata lain. Di ambang kematian, ia diselamatkan oleh sosok misterius, Master Xiaohu Yan, yang mewariskan pengetahuan kuno, kekuatan luar biasa, serta tujuan yang selaras dengan dendamnya. Dari sana, Tian Fan bangkit—bukan lagi sebagai tabib biasa, tetapi sebagai sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Di dalam lembah kematian, ia mengasah ilmunya dengan cara yang tak pernah dibayangkan—belajar dari mayat, darah, dan rasa sakit. Metodenya menjadi semakin sempurna, semakin ekstrem… namun juga semakin efektif. Tahun demi tahun berlalu, namanya mulai dikenal sebagai “Tabib Hitam”—seseorang yang mampu menyelamatkan nyawa dengan cara yang membuat dunia bergidik. Ketika rahasia masa lalu mulai terkuak dan organisasi bayangan, Klan Pengadilan Hitam, kembali muncul ke permukaan, Tian Fan menyadari bahwa pengkhianatan yang ia alami hanyalah bagian kecil dari konspirasi yang jauh lebih besar. Kini, dengan ilmu, kekuatan, dan tekad yang tak tergoyahkan, Tian Fan melangkah kembali ke dunia.Bukan untuk mencari pengakuan. Melainkan untuk menghancurkan kemunafikan dunia pengobatan, membalas pengkhianatan masa lalu, dan membuktikan satu hal— Bahwa untuk menyelamatkan nyawa… terkadang, seseorang harus berani mengotori tangannya dengan darah.
View MoreBab 127. Tidak Berpengaruh.Tian Fan, Mu Xueyan, dan Yue Qing’er kini berdiri tepat di depan anak tangga pertama Tangga Seribu Hati. Tidak ada tekanan yang memaksa mereka untuk segera melangkah, tetapi keheningan di tempat itu justru membuat setiap detik terasa jauh lebih berat daripada pertarungan mana pun yang pernah mereka hadapi.Mu Xueyan menarik napas panjang, lalu perlahan menapakkan kakinya ke anak tangga pertama. Yue Qing’er melakukan hal yang sama hampir bersamaan. Begitu kaki mereka menyentuh permukaan anak tangga, keduanya langsung mematung, seolah kesadaran mereka ditarik ke tempat lain.Tian Fan masih berdiri di bawah tangga, memandangi anak tangga pertama dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu yang terasa sangat familiar setelah melihat anak tangga tersebut.Ia bergumam pelan. “Tak kusangka… aku akan bertemu lagi dengan tangga seperti ini.”Tanpa ragu, ia melangkah.Begitu kedua kakinya menginjak anak tangga pertama, dinding cahaya tipis di sekitar Tangga S
Bab 126. Setiap Langkah untuk Menjadi KuatTian Fan membiarkan Mu Xueyan dan Yue Qing’er larut dalam pemikiran mereka sendiri. Kedua wanita itu masih memandangi Tangga Seribu Hati dengan tatapan yang jauh lebih serius daripada sebelumnya, seolah setiap anak tangga telah berubah menjadi cermin yang memantulkan bagian terdalam hati mereka.Sementara itu, Tian Fan kembali mengalihkan perhatiannya pada lingkaran diagram magis di depan mereka.Tatapannya menyapu setiap garis rune, setiap simpul energi, dan setiap pola api serta es yang saling bertaut. Semakin lama ia mengamati, semakin jelas sebuah kesimpulan terbentuk di dalam benaknya.“Jadi ternyata memang dibuat seperti itu…”Mendengar gumaman Tian Fan, segera kedua keindahan itu mendekat ke arah Tian Fan. Mu Xueyan menoleh padanya. “Apa kau menemukan sesuatu?”Tian Fan tersenyum kecut.“Ya. Ternyata dugaanku benar.”Yue Qing’er ikut mendekat. “Apa?”Tian Fan memandang lingkaran itu beberapa saat sebelum berkata dengan nada santai“T
Bab 125. Legenda selalu membawa bekas luka.Tian Fan masih menatap Tangga Seribu Hati di hadapannya dengan seksama. Cahaya merah dan biru pada setiap anak tangga terus berdenyut perlahan, seolah memiliki irama yang tidak terlihat. Setelah beberapa saat, ia menoleh ke belakang dan memandang jauh ke arah tepian lain Lautan Api dan Es.Di kejauhan, para peserta yang tersisa baru saja dimuntahkan oleh dinding cahaya. Sebagian besar tampak terduduk lemah, nafas mereka kacau, pakaian mereka compang-camping, dan wajah mereka dipenuhi keputusasaan. Beberapa orang bahkan memilih berbalik arah, jelas telah menyerah pada ujian makam kuno ini. Namun masih ada sebagian kecil yang tetap berdiri, mengamati lingkaran-lingkaran lava dan es, mencoba memahami mekanismenya meski tubuh mereka sudah dipenuhi luka dan lelah yang amat sangat.Mu Xueyan mengikuti arah pandang Tian Fan, begitu pula Yue Qing’er yang baru saja berhenti menertawakan Shui Feng yang masih membeku dalam bukit es transparan.Yue Qin
Bab 124. Belum tentu menang.Anak tangga yang terbuat dari api membeku dan es menyala masih membentang menuju piramida raksasa ketika tiba-tiba langit di belakang mereka bergetar.Suara menggelegar mengguncang seluruh wilayah Lautan Api dan Es, disusul cahaya putih yang menyilaukan dari arah tempat mereka datang.Keempat orang itu serempak menoleh. Tampak di kejauhan, sebuah dinding cahaya raksasa telah muncul dan bergerak perlahan namun pasti ke arah mereka. Dinding itu membentang dari ujung ke ujung wilayah, menelan setiap orang yang dilewatinya.Wajah Yue Qing’er langsung menegang. Shui Feng juga berubah serius dalam sekejap.Mereka berdua sudah pernah merasakan bagaimana mengerikannya dinding cahaya itu. Begitu tersentuh, seseorang akan diseret ke dalam ruang dimensi, kehilangan kendali atas tubuhnya, lalu dimuntahkan ke wilayah lain secara acak.“Cepat bersiap!” seru Yue Qing’er.“Jangan sampai tersentuh sembarangan!” tambah Shui Feng dengan nada yang jauh lebih panik daripada bi
Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun
Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung
Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain
Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews