Bab 125. Legenda selalu membawa bekas luka.Tian Fan masih menatap Tangga Seribu Hati di hadapannya dengan seksama. Cahaya merah dan biru pada setiap anak tangga terus berdenyut perlahan, seolah memiliki irama yang tidak terlihat. Setelah beberapa saat, ia menoleh ke belakang dan memandang jauh ke arah tepian lain Lautan Api dan Es.Di kejauhan, para peserta yang tersisa baru saja dimuntahkan oleh dinding cahaya. Sebagian besar tampak terduduk lemah, nafas mereka kacau, pakaian mereka compang-camping, dan wajah mereka dipenuhi keputusasaan. Beberapa orang bahkan memilih berbalik arah, jelas telah menyerah pada ujian makam kuno ini. Namun masih ada sebagian kecil yang tetap berdiri, mengamati lingkaran-lingkaran lava dan es, mencoba memahami mekanismenya meski tubuh mereka sudah dipenuhi luka dan lelah yang amat sangat.Mu Xueyan mengikuti arah pandang Tian Fan, begitu pula Yue Qing’er yang baru saja berhenti menertawakan Shui Feng yang masih membeku dalam bukit es transparan.Yue Qin
Read more