Home / Fantasi / Jenius yang Disingkirkan / Bab 119. Membaca pikiran.

Share

Bab 119. Membaca pikiran.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-08-08 23:28:43

Bab 119. Membaca pikiran.

Tian Fan menopang tubuh Tang Bohu yang sudah kehilangan seluruh kekuatan di kedua kakinya. Dari luar, pemandangan itu tampak seperti seorang pemuda sedang membantu rekannya yang terluka parah, tetapi telapak tangan Tian Fan yang menempel di dada Tang Bohu perlahan diselimuti lapisan Qi yang sangat tipis.

Qi itu tidak menyebar keluar.Ia justru menembus kulit, meridian, dan perlahan memasuki pusat energi di balik tulang dada.

Tang Bohu tidak bisa bergerak. Bahkan kelopak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 124. Belum tentu menang.

    Bab 124. Belum tentu menang.Anak tangga yang terbuat dari api membeku dan es menyala masih membentang menuju piramida raksasa ketika tiba-tiba langit di belakang mereka bergetar.Suara menggelegar mengguncang seluruh wilayah Lautan Api dan Es, disusul cahaya putih yang menyilaukan dari arah tempat mereka datang.Keempat orang itu serempak menoleh. Tampak di kejauhan, sebuah dinding cahaya raksasa telah muncul dan bergerak perlahan namun pasti ke arah mereka. Dinding itu membentang dari ujung ke ujung wilayah, menelan setiap orang yang dilewatinya.Wajah Yue Qing’er langsung menegang. Shui Feng juga berubah serius dalam sekejap.Mereka berdua sudah pernah merasakan bagaimana mengerikannya dinding cahaya itu. Begitu tersentuh, seseorang akan diseret ke dalam ruang dimensi, kehilangan kendali atas tubuhnya, lalu dimuntahkan ke wilayah lain secara acak.“Cepat bersiap!” seru Yue Qing’er.“Jangan sampai tersentuh sembarangan!” tambah Shui Feng dengan nada yang jauh lebih panik daripada bi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 123. Pengorbanan

    Bab 123. PengorbananSetelah beberapa saat memperhatikan kembali seluruh wilayah Lautan Api dan Es, Tian Fan kembali melangkah ke depan. Ia tidak lagi bergerak sembarangan. Setiap langkahnya disertai pengamatan terhadap susunan lingkaran lava dan es yang terus berubah, sementara tiga orang di belakangnya mengikuti tanpa berani mengganggu konsentrasinya.Sama seperti sebelumnya, setiap kali pola mekanisme berubah, Tian Fan akan berhenti. Dan setiap kali ia berhenti, selalu muncul sebuah formasi tersembunyi yang menyembunyikan tempat tumbuh tanaman spirit.Pada perhentian pertama, setelah ia memicu tabrakan semburan lava dan uap es dengan pola yang berbeda, tanah di bawah mereka retak dan membuka sebuah cekungan batu baru. Di dalamnya tumbuh sepuluh tanaman spirit Tingkat Dua yang memancarkan aura jauh lebih kuat daripada sebelumnya.Lima tanaman berwarna merah tua dengan daun menyerupai sayap burung api.Lima tanaman lainnya berwarna putih kebiruan dengan kelopak yang tampak seperti se

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 122. Yang sulit itu....

    Bab 122. Yang sulit itu....Tian Fan tidak membuang waktu lebih lama. Setelah memastikan pola pertama telah benar-benar ia pahami, ia melangkah ke depan sambil mengangkat tangan kanannya.Sebuah aliran Qi melesat keluar dari ujung jarinya dan menghantam salah satu lingkaran lava di sisi kiri.Boom!Pilar lava merah menyala langsung menyembur ke udara.Pada saat yang sama, Tian Fan segera melepaskan serangan kedua ke salah satu lingkaran es yang berada tiga petak di depan.Crack!Uap es biru pucat menyembur ke atas dengan kecepatan yang sama.Dua semburan itu bertabrakan di udara dan dalam sekejap terdengar suara mendesis yang sangat keras.Suhu panas ekstrem bertemu hawa dingin ekstrem, menghasilkan gumpalan uap putih yang menutupi pandangan sesaat. Tepat di titik pertemuan keduanya, lava yang semula berupa cairan merah membara mulai kehilangan panas dengan sangat cepat.Qi Es memaksa proses pendinginan berlangsung dalam hitungan napas.Lava mengeras lalu membentuk batuan hitam yang p

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 121. Lautan Api dan Es.

    Bab 121. Lautan Api dan Es.Tian Fan memandang Shui Feng beberapa saat sebelum akhirnya menjawab dengan nada santai, “Tentu saja aku menolak.”Jawaban itu begitu datar, namun wajah Shui Feng langsung berubah suram.Urat di pelipisnya berkedut tipis. Di dalam hatinya, keinginan untuk menghajar Tian Fan saat itu juga hampir tidak dapat lagi ditahan. Kalau bukan karena Mu Xueyan dan Yue Qing’er masih berdiri di dekat pemuda itu, ia sudah menghunus pedangnya sejak tadi. Namun Shui Feng tetap menahan diri.Ia menarik napas perlahan lalu berkata, “Jangan terburu-buru menolak. Aku masih bisa memberikan sesuatu sebagai gantinya.”Mu Xueyan menatapnya dengan dingin. “Apa yang akan kau tawarkan?”Yue Qing’er ikut memandangnya tanpa menyembunyikan rasa tidak sukanya. Shui Feng mengangkat tangan, lalu tiga cincin penyimpanan muncul di telapak tangannya.“Di dalam tiga cincin ini terdapat hampir setengah kekayaanku. Puluhan ribu koin emas, ratusan ramuan, serta beberapa senjata kelas menengah yang

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 120. Jantung Racun Yin

    Bab 120. Jantung Racun YinKeheningan di antara ilalang berlangsung cukup lama sebelum Shui Feng akhirnya membuka suara. Tatapannya tetap tertuju ke depan, tetapi nada bicaranya tidak lagi seangkuh sebelumnya. Ia sudah memahami bahwa pemuda di sampingnya bukan orang yang bisa dibohongi dengan kata-kata biasa.“Aku memang mencari sebuah artefak,” katanya perlahan. “Namanya Jantung Racun Yin.”Tian Fan tidak langsung menanggapi.Shui Feng melanjutkan, “Artefak itu adalah peninggalan kuno yang pernah menjadi milik Sekte Harimau Merah pada masa yang sangat lampau. Menurut catatan sekte, benda itu hilang ribuan tahun yang lalu bersama seorang tetua yang mengkhianati sekte. Setelah berbagai petunjuk ditemukan, para tetua menyimpulkan bahwa artefak itu kemungkinan besar tersembunyi di makam kuno ini. Karena itulah aku ditugaskan untuk mengambilnya kembali.”Ia berhenti sejenak sebelum menjelaskan bentuk artefak tersebut. “Jantung Racun Yin berbentuk seperti jantung manusia, tetapi seluruh pe

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 119. Membaca pikiran.

    Bab 119. Membaca pikiran.Tian Fan menopang tubuh Tang Bohu yang sudah kehilangan seluruh kekuatan di kedua kakinya. Dari luar, pemandangan itu tampak seperti seorang pemuda sedang membantu rekannya yang terluka parah, tetapi telapak tangan Tian Fan yang menempel di dada Tang Bohu perlahan diselimuti lapisan Qi yang sangat tipis.Qi itu tidak menyebar keluar.Ia justru menembus kulit, meridian, dan perlahan memasuki pusat energi di balik tulang dada.Tang Bohu tidak bisa bergerak. Bahkan kelopak matanya pun hanya mampu berkedut lemah. Namun sorot matanya membelalak tajam, menatap Tian Fan tanpa berkedip sedikit pun.Jika mata bisa berbicara, mungkin pertanyaan yang keluar hanyalah satu.Apa yang sedang kau lakukan padaku?Tian Fan memandangnya sejenak, lalu berkata dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. “Jangan terlalu tegang. Aku hanya sedang membuat sebuah segel di dadamu. Ini salah satu teknik yang kupelajari ketika berada di Lembah Kematian.”Mata Tang Bohu kemb

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 06. Perjalanan Berdarah

    Bab 06. Perjalanan BerdarahAngin dingin berhembus pelan di atas tebing tandus Lembah Kematian. Disana satu sosok berjubah hitam berjalan sendirian di antara kabut tipis yang menyelimuti jalur berbatu.Tian Fan, ia berjalan tanpa pengawal, tanpa tunggangan dan tanpa membawa simbol kekuasaan apa pun

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 05. Dimulai.

    Bab 05. Dimulai.Dua tahun berlalu.Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status