แชร์

Bab 116. Merasakan rasanya.

ผู้เขียน: Zayn Z
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-07 22:09:31

Bab 116. Merasakan rasanya.

Tang Bohu masih terduduk di tanah dengan napas yang belum sepenuhnya stabil. Wajahnya bengkak, bibirnya pecah, dan jejak lima jari Tian Fan masih tercetak jelas di kedua pipinya. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi. Ranahnya berada di Raja Bumi Tingkat Atas, sedangkan Tian Fan hanya Raja Bumi Tingkat Awal. Perbedaan dua tingkat kecil itu seharusnya sudah cukup untuk menekan lawan secara mutlak. Namun kenyataannya, bukan hanya ia gagal m
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 126. Setiap Langkah untuk Menjadi Kua

    Bab 126. Setiap Langkah untuk Menjadi KuatTian Fan membiarkan Mu Xueyan dan Yue Qing’er larut dalam pemikiran mereka sendiri. Kedua wanita itu masih memandangi Tangga Seribu Hati dengan tatapan yang jauh lebih serius daripada sebelumnya, seolah setiap anak tangga telah berubah menjadi cermin yang memantulkan bagian terdalam hati mereka.Sementara itu, Tian Fan kembali mengalihkan perhatiannya pada lingkaran diagram magis di depan mereka.Tatapannya menyapu setiap garis rune, setiap simpul energi, dan setiap pola api serta es yang saling bertaut. Semakin lama ia mengamati, semakin jelas sebuah kesimpulan terbentuk di dalam benaknya.“Jadi ternyata memang dibuat seperti itu…”Mendengar gumaman Tian Fan, segera kedua keindahan itu mendekat ke arah Tian Fan. Mu Xueyan menoleh padanya. “Apa kau menemukan sesuatu?”Tian Fan tersenyum kecut.“Ya. Ternyata dugaanku benar.”Yue Qing’er ikut mendekat. “Apa?”Tian Fan memandang lingkaran itu beberapa saat sebelum berkata dengan nada santai“T

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 125. Legenda selalu membawa bekas luka.

    Bab 125. Legenda selalu membawa bekas luka.Tian Fan masih menatap Tangga Seribu Hati di hadapannya dengan seksama. Cahaya merah dan biru pada setiap anak tangga terus berdenyut perlahan, seolah memiliki irama yang tidak terlihat. Setelah beberapa saat, ia menoleh ke belakang dan memandang jauh ke arah tepian lain Lautan Api dan Es.Di kejauhan, para peserta yang tersisa baru saja dimuntahkan oleh dinding cahaya. Sebagian besar tampak terduduk lemah, nafas mereka kacau, pakaian mereka compang-camping, dan wajah mereka dipenuhi keputusasaan. Beberapa orang bahkan memilih berbalik arah, jelas telah menyerah pada ujian makam kuno ini. Namun masih ada sebagian kecil yang tetap berdiri, mengamati lingkaran-lingkaran lava dan es, mencoba memahami mekanismenya meski tubuh mereka sudah dipenuhi luka dan lelah yang amat sangat.Mu Xueyan mengikuti arah pandang Tian Fan, begitu pula Yue Qing’er yang baru saja berhenti menertawakan Shui Feng yang masih membeku dalam bukit es transparan.Yue Qin

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 124. Belum tentu menang.

    Bab 124. Belum tentu menang.Anak tangga yang terbuat dari api membeku dan es menyala masih membentang menuju piramida raksasa ketika tiba-tiba langit di belakang mereka bergetar.Suara menggelegar mengguncang seluruh wilayah Lautan Api dan Es, disusul cahaya putih yang menyilaukan dari arah tempat mereka datang.Keempat orang itu serempak menoleh. Tampak di kejauhan, sebuah dinding cahaya raksasa telah muncul dan bergerak perlahan namun pasti ke arah mereka. Dinding itu membentang dari ujung ke ujung wilayah, menelan setiap orang yang dilewatinya.Wajah Yue Qing’er langsung menegang. Shui Feng juga berubah serius dalam sekejap.Mereka berdua sudah pernah merasakan bagaimana mengerikannya dinding cahaya itu. Begitu tersentuh, seseorang akan diseret ke dalam ruang dimensi, kehilangan kendali atas tubuhnya, lalu dimuntahkan ke wilayah lain secara acak.“Cepat bersiap!” seru Yue Qing’er.“Jangan sampai tersentuh sembarangan!” tambah Shui Feng dengan nada yang jauh lebih panik daripada bi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 123. Pengorbanan

    Bab 123. PengorbananSetelah beberapa saat memperhatikan kembali seluruh wilayah Lautan Api dan Es, Tian Fan kembali melangkah ke depan. Ia tidak lagi bergerak sembarangan. Setiap langkahnya disertai pengamatan terhadap susunan lingkaran lava dan es yang terus berubah, sementara tiga orang di belakangnya mengikuti tanpa berani mengganggu konsentrasinya.Sama seperti sebelumnya, setiap kali pola mekanisme berubah, Tian Fan akan berhenti. Dan setiap kali ia berhenti, selalu muncul sebuah formasi tersembunyi yang menyembunyikan tempat tumbuh tanaman spirit.Pada perhentian pertama, setelah ia memicu tabrakan semburan lava dan uap es dengan pola yang berbeda, tanah di bawah mereka retak dan membuka sebuah cekungan batu baru. Di dalamnya tumbuh sepuluh tanaman spirit Tingkat Dua yang memancarkan aura jauh lebih kuat daripada sebelumnya.Lima tanaman berwarna merah tua dengan daun menyerupai sayap burung api.Lima tanaman lainnya berwarna putih kebiruan dengan kelopak yang tampak seperti se

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 122. Yang sulit itu....

    Bab 122. Yang sulit itu....Tian Fan tidak membuang waktu lebih lama. Setelah memastikan pola pertama telah benar-benar ia pahami, ia melangkah ke depan sambil mengangkat tangan kanannya.Sebuah aliran Qi melesat keluar dari ujung jarinya dan menghantam salah satu lingkaran lava di sisi kiri.Boom!Pilar lava merah menyala langsung menyembur ke udara.Pada saat yang sama, Tian Fan segera melepaskan serangan kedua ke salah satu lingkaran es yang berada tiga petak di depan.Crack!Uap es biru pucat menyembur ke atas dengan kecepatan yang sama.Dua semburan itu bertabrakan di udara dan dalam sekejap terdengar suara mendesis yang sangat keras.Suhu panas ekstrem bertemu hawa dingin ekstrem, menghasilkan gumpalan uap putih yang menutupi pandangan sesaat. Tepat di titik pertemuan keduanya, lava yang semula berupa cairan merah membara mulai kehilangan panas dengan sangat cepat.Qi Es memaksa proses pendinginan berlangsung dalam hitungan napas.Lava mengeras lalu membentuk batuan hitam yang p

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 121. Lautan Api dan Es.

    Bab 121. Lautan Api dan Es.Tian Fan memandang Shui Feng beberapa saat sebelum akhirnya menjawab dengan nada santai, “Tentu saja aku menolak.”Jawaban itu begitu datar, namun wajah Shui Feng langsung berubah suram.Urat di pelipisnya berkedut tipis. Di dalam hatinya, keinginan untuk menghajar Tian Fan saat itu juga hampir tidak dapat lagi ditahan. Kalau bukan karena Mu Xueyan dan Yue Qing’er masih berdiri di dekat pemuda itu, ia sudah menghunus pedangnya sejak tadi. Namun Shui Feng tetap menahan diri.Ia menarik napas perlahan lalu berkata, “Jangan terburu-buru menolak. Aku masih bisa memberikan sesuatu sebagai gantinya.”Mu Xueyan menatapnya dengan dingin. “Apa yang akan kau tawarkan?”Yue Qing’er ikut memandangnya tanpa menyembunyikan rasa tidak sukanya. Shui Feng mengangkat tangan, lalu tiga cincin penyimpanan muncul di telapak tangannya.“Di dalam tiga cincin ini terdapat hampir setengah kekayaanku. Puluhan ribu koin emas, ratusan ramuan, serta beberapa senjata kelas menengah yang

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 07. (21++) Digagahi.

    Bab 07. (21++) Digagahi.Nafas wanita bercadar mulai sedikit tidak teratur,tangannya perlahan menyentuh tubuh Tian Fan dengan gugup namun penuh keberanian.Tak berhenti sampai sana, kini jemarinya merayap ke bawah menyentuh bagian bawah tubuh Tian Fan yang ada di selangkangannya.Tubuh wanita berca

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status