Sambil menyesap kopi hitamnya yang mulai mendingin, Leo terus mencuri pandang ke arah Arya. Aroma tembakau dari lintingan herbal itu masih menguar di antara mereka, menciptakan kabut tipis di bawah pohon akasia. Di samping Leo, duduklah Ardi dan beberapa anggota gengnya yang lain, termasuk Dika si kerempeng yang masih gemetar kecil.Melihat Arya yang hanya diam membisu menatap Vespa hijau, Ardi memberanikan diri untuk membuka suara."Sumpah, Ar, lo bener-bener beda banget sama Arya yang dulu gue palakin duit parkirnya. Sejak kapan lo belajar teknik cekik leher sampe Pak Handoko kencing di celana gitu?" tanya Ardi dengan nada penasaran yang kental.Mengabaikan pertanyaan tersebut, Arya justru lebih tertarik mengorek kerak kopi di dasar gelas plastiknya menggunakan ujung kuku. Baginya, pertanyaan tentang masa lalu pejantan asli pemilik tubuh ini adalah hal yang sangat tidak mengenyangkan perut."Naga air ini... apakah dia juga punya jantung yang berdetak di dalam perut gendutnya?" gumam
Last Updated : 2026-05-10 Read more