Berdiri di depan mereka, seorang wanita matang dengan setelan blazer abu-abu yang membungkus tubuh sintalnya dengan sempurna.Wajahnya cantik dengan garis rahang yang tegas, dipermanis oleh kacamata bingkai tipis yang memberikan kesan cerdas sekaligus dingin. Dialah Bu Amara, dosen psikologi perkembangan yang terkenal paling disegani sekaligus menjadi dambaan rahasia banyak mahasiswa pria. Rambut hitam panjangnya diikat rapi ke belakang, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun."Sore, Sarah, Clarissa. Tampaknya kalian sedang asyik membicarakan sesuatu yang sangat menarik sampai tidak sadar saya berdiri di sini," tegur Bu Amara dengan suara bariton yang lembut namun berwibawa.Merespons teguran tersebut, Sarah buru-buru merapikan kemeja BEM miliknya dengan gerakan yang sangat kikuk. Jantungnya berdebar kencang karena takut jika dosen cerdas ini sempat menangkap sepatah kata tentang obrolan vulgar mereka tadi."S-sore, Bu Amara. Ini... kami cuma lagi bah
آخر تحديث : 2026-05-10 اقرأ المزيد