Di hadapan semua orang—haremnya yang menonton dengan napas tertahan, para tamu yang bersembunyi di balik sofa, hingga Rasti yang gemetar di pojokan—Arya melakukan sesuatu yang tidak akan pernah mereka lupakan seumur hidup. Pria purba itu mengangkat kaki besarnya yang terbalut sepatu bot kasar, lalu dengan dingin menginjak lutut kanan Bara sekuat tenaga.KRAAAAKKK!Jeritan melengking yang sangat menyayat hati memecah keheningan ruangan. Tulang lutut Bara hancur total, menyisakan daging dan sendi yang remuk di bawah tekanan kaki beton Arya.Belum sempat mangsanya pingsan akibat rasa sakit, Arya kembali mengangkat kakinya dan menghantam lutut kiri Bara dengan kekuatan yang sama barbarnya. Pemandangan eksekusi lutut itu begitu brutal, begitu murni, dan begitu absolut sebagai pernyataan kekuasaan sang Kepala Suku.Menariknya, di sudut temaram yang tak jauh dari pilar, Clarissa menonton seluruh adegan berdarah itu dengan tubuh yang bergetar hebat. Bukannya merasa takut atau mual, mahasiswi
آخر تحديث : 2026-04-25 اقرأ المزيد