LOGINWarning(21+) Akan banyak adegan dewasa. Mohon bijak ya ~~ Apa jadinya kepala suku zaman purba transmigrasi ke zaman modern? Selain kekuatannya yang luar biasa, Purba menjadi idola para gadis. Awalnya dia diremehkan, sampai akhirnya semua orang tahu sifat aslinya, mereka berharap menjadi wanita pujaannya.
View More"Gila, betinanya mulus banget, beda banget sama betina zamanku dulu!" gumam pria itu dengan rahang menganga.
Mengingat pria itu berasal dari masa lalu dan terbangun di masa depan, sesuatu yang hampir mustahil terjadi.
Selama ini, dia hanya melihat betina dari sukunya yang berkulit kusam dan penuh debu. Hitam, kumal, dan mungkin terlalu berotot untuk ukuran betina, sehingga kurang menggairahkan karena betina zaman dulu diharuskan untuk berbulu.
Kini, betina di depannya memiliki kulit putih susu tanpa cacat sedikitpun. Bahkan, tubuh mereka aduhai seksoy, dan yang terpenting, bukan yang perutnya sixpack berotot kayak betina di zamannya.
Ah, baginya sudah sangat aduhai melihat pemandangan ini.
Bahkan, bidadari yang ada di imajinasi manusia purba sepertinya, kalah jauh dengan betina yang ada di hadapannya. Jauh, ini sangat jauh melebihi bidadari!
Tentu saja, traktor ajaib di balik celana pendeknya langsung mengeras dan berdiri tegak menantang langit.
Beberapa saat kemudian, rasa bingung mulai menyerang kepalanya bertubi-tubi karena ingatan masa lalunya menyerang.
Seingatnya, dia baru saja terjatuh di padang rumput kering. Lalu seekor Mammoth raksasa nyaris menginjak kepalanya sampai hancur. Saat maut sudah di depan mata, dia menangis tersedu-sedu dan memohon kepada Dewa dengan suara keras.
"Tolong pindahkan aku ke tempat yang banyak makanan, Dewa! Aku janji akan rajin sembahyang dan terus buat anak, aku akan menggunakan pusakaku sebaik mungkin jika ada betina yang menginginkannya!" doanya saat itu, dengan mata terpejam erat.
Tepat ketika kaki Mammoth itu menghantam wajahnya, pandangannya gelap. Dan saat membuka mata, tahu-tahu sekarang dia terdampar di masa depan.
Yang tersisa dari tubuhnya hanya tiga hal.
Pertama, tubuh gagah dan stamina ekstra yang membuatnya perkasa.
Kedua, insting purba dalam berkelahi dan dominasi.
Dan yang paling penting, hal ketiga, yaitu kejantanan seorang pria purba!
Lamunannya buyar total saat wanita cantik di depannya itu berkacak pinggang dan menatapnya tajam.
"Heh, Arya! Kamu budek ya? Dari tadi aku ngomong panjang lebar tentang stresku, kamu malah melongo lihatin TV nyala!" bentak wanita itu dengan nada tinggi melengking.
Hah?
Purba?
Istilah apa itu Purba?
Seketika pria itu menoleh ke arah kotak hitam besar yang menempel di dinding. Dia melihat ke arah televisi dan hampir saja berteriak.
Iya, TV, sesuatu yang menurutnya sangat menakjubkan.
Kotak itu memunculkan gambar orang bergerak cepat dan mengeluarkan suara keras berdengung. Dia mengira, orang-orang zaman sekarang memiliki penjara di dalam sebuah tabung kotak, lalu di dalamnya, mereka dipaksa menghibur dan joget-joget seperti itu.
Sangat-sangat aneh!
Saat sedang melamun lagi, kepala pria itu terasa pusing berputar-putar.
Jutaan ingatan asing menyusup masuk ke dalam otaknya secara paksa tanpa ampun. Sedetik kemudian, pria itu mengingat banyak hal, termasuk tubuh siapa yang dia tempati.
Ternyata dia kini berada di tahun 2025 yang dipenuhi benda-benda aneh.
Pria itu mengingat bahwa namanya sekarang adalah Arya, si pemilik tubuh. Pekerjaannya adalah seorang gigolo elit yang dibayar mahal untuk memuaskan hasrat wanita berduit.
"Jadi aku sekarang kerja jadi pejantan sewaan? Gila, enak banget zaman ini, dikasih tempat tidur empuk, makanan, dan uang cuma buat kawini betina-betina cantik!" batin Arya kegirangan sampai ingin melompat.
Dan saat melihat ke bawah, dia hanya tersenyum sangat puas. “Oh mantaplah, bentukan pusakaku ikut pindah. Andai masih bentukan si Arya-Arya ini, pasti kecil kali kayak kelingking, untung punyaku kayak Tugu Pancoran!”
"Kamu denger aku ngomong nggak sih? Aku bayar kamu mahal buat nenangin aku, malah diam aja kayak patung kayu!" omel Sonya lagi sambil memukul bantal ke arah Arya.
Senyum di bibir Arya langsung lenyap seketika. Insting purbanya merasa sangat tersinggung dan direndahkan. Sebagai seorang kepala suku yang gagah berani, pantang baginya dibentak oleh seorang betina sembarangan.
"Heh betina, berani banget kamu teriak-teriak dan lempar barang ke kepala suku! Sini kamu, biar aku kasih pelajaran!" balas Arya dengan suara berat dan menggelegar lantang.
Tanpa pikir panjang, Arya langsung melompat dari atas kasur empuk itu dengan lincah. Hanya butuh waktu satu detik bagi Arya untuk menerkam tubuh Sonya. Wanita itu terkejut setengah mati dan langsung berteriak panik ketakutan.
Arya membanting tubuh mungil Sonya ke atas kasur dengan tenaga kasarnya yang luar biasa.
"Lepasin aku, Arya! Kamu gila ya! Berani kamu kasar sama aku, aku laporin manajer klab ini biar kamu dipecat malam ini juga!" ancam Sonya sambil meronta-ronta memukul dada Arya sekuat tenaga.
Tentu saja pukulan wanita itu sama sekali tidak ada rasanya bagi dada bidang seorang pria purba. Arya malah menyeringai lebar menatap wajah panik aktris tersebut. Pria itu menahan kedua pergelangan tangan Sonya di atas kepala wanita itu hanya dengan satu genggaman tangan kanannya yang kekar.
"Laporin aja sana ke kepala suku kamu! Hari ini aku bakal ajarin kamu cara menghormati kepala suku!" sahut Arya dengan napas memburu dan tatapan liar.
"Kamu mau ngapain? Tolong, jangan macam-macam, Arya! Mmph, tapi, tubuh kamu, kenapa tiba-tiba sekeras batu begini?" pekik Sonya yang mulai menyadari ada yang berbeda dari tubuh gigolo sewaannya itu.
Sesaat kemudian, Arya merobek pakaian dalam hitam yang dipakai Sonya dengan tangan kirinya. Kain tipis seharga jutaan rupiah itu langsung robek berkeping-keping layaknya daun kering.
Sonya membelalakkan matanya melihat kelakuan beringas gigolo tersebut.
Belum sempat Sonya memaki lagi, Arya sudah menurunkan celana pendeknya sendiri dengan cepat. Aktris cantik itu menelan ludah dengan susah payah melihat pemandangan di depannya.
"Astaga! Kamu... itu punya kamu kenapa jadi segede itu, Arya? Ke-kenapa bisa berbeda dari yang dirumorin? Tu-tu-tunggu, jangan langsung… ahhh!" teriak Sonya saat Arya mulai melakukan ritual ala kepala suku.
Gara-gara rentetan pertanyaan tajam itu, si polisi penjaga mengusap keringat dingin di leher belakangnya. Pria berseragam itu menunjuk ke arah lorong tahanan dengan jari yang bergetar."Ibu berdua nggak tahu seberapa gilanya pria raksasa yang Ibu bawa itu! Tadi sore pas baru masuk sel nomor tiga, dia langsung diajak ribut sama kawanan preman tatoan di dalam sana.""Terus klien saya diapain sama preman sel itu, Pak?!" potong Sisca memekik cemas teringat wajah tampan Arya."Bukan klien Ibu yang diapain, Bu! Tahanan satu sel yang isinya enam preman terminal itu sekarang teler semua nggak sadarkan diri! Klien Ibu cuma butuh waktu tiga detik buat bikin mereka pingsan numpuk di pojokan kayak ikan mati!"Menelan ludah dengan susah payah, Viona hanya bisa memijat pangkal hidungnya meratapi kelakuan bar-bar andalannya. "Habis ngebantai preman satu sel, klien saya ngapain lagi di dalam sana, Pak?""Itu dia masalah utamanya, Bu! Habis bikin orang pingsan muntah darah, dia malah senyum-senyum nge
"Gigolo purba itu beneran nggak bisa dikasih napas tenang sehari aja buat nggak bikin onar, ya?!" rutuk Viona memijat pelipisnya.Gara-gara stres mendadak, urat kepala sang pengacara kondang itu terasa mau pecah. Dihempaskannya kembali tubuh montok itu ke atas sofa beludru dengan gerakan kasar. Dia mulai membayangkan seberapa hancurnya reputasi klab jika rahasia identitas Arya sebagai pemuas ranjang terbongkar oleh pihak kepolisian."Terus gimana ceritanya dia bisa ngebantai anak orang di gang sempit? Dia itu buta hukum, kalau sampai videonya viral terekam CCTV, repot urusannya!" cerca Viona menuntut penjelasan.Masih mengatur napasnya, Sisca ikut duduk menghempaskan diri di sebelah Viona. "Gue juga belum tahu detail kejadiannya, Vi. Makanya gue langsung nekat lari ke sini buat ngajak lo nyamperin dia ke polsek sekarang juga."Tiba-tiba saja, Sonya mengangkat sebelah tangannya memberi isyarat agar mereka berdua tenang sejenak. Rambut aktris cantik itu masih sedikit basah terkena rinti
"Mampus lu, Bangsat! Badan doang gede kayak gajah, dipukul kayu sekali aja langsung modyar lu kan!" ejek pria bertopi itu sambil meludah ludah penuh kepuasan.Tawa histeris bernada kebanggaan palsu itu bergema nyaring menandakan kemenangan prematur seorang pengecut jalanan. Sekitar sepuluh detik berlalu menembus kesunyian, Arya masih menolak tumbang mencium aspal kotor seperti harapan sang musuh. Perlahan namun pasti, kepala sang Kepala Suku mulai berputar menoleh ke arah belakang membelah udara dingin.Darah segar berwarna merah pekat tampak menetes perlahan dari pelipis kirinya yang sedikit robek. Cairan anyir itu mengalir turun melewati lekuk hidung mancungnya hingga menetes menodai kerah kemeja flanel kucelnya.Sorot mata pemuda pedalaman itu tidak lagi memancarkan kebingungan komikal akibat mainan getar. Tatapannya kini sepenuhnya berubah menjadi insting iblis absolut yang menuntut pencabutan nyawa mangsa.Seketika itu juga, tawa si pencuri terhenti paksa tergantikan oleh raut wa
Melihat empat tongkat kayu diacungkan ke arahnya, Arya justru memiringkan kepalanya dengan tatapan kelewat datar.Sama sekali tidak ada kilatan ketakutan dari bola matanya yang semerah darah segar. Otaknya justru merasa sangat terhina melihat senjata tumpul yang dibawa oleh para manusia modern jalanan ini. Sepertinya, kera-kera kurus ini belum paham bahwa mereka sedang berhadapan dengan predator puncak pelahap daging dari zaman prasejarah."Kalian mencoba merampok Kepala Suku hanya bermodalkan ranting kayu patah yang bahkan tidak memiliki ujung tajam?"Tertawa meremehkan, preman bertato itu meludah kasar ke tanah. "Bacot lu kegedean, Bang! Sikat aja langsung kakinya biar dia nyungsep cium tanah!"Mendapat aba-aba serangan, dua preman terdepan langsung mengayunkan tongkat baseball mereka mengincar lutut Arya.Menghadapi serangan lambat tersebut, Arya sama sekali tidak repot-repot menghindar apalagi memundurkan langkahnya. Dibiarkannya kayu keras itu membentur tulang keringnya dengan su
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.