Musik masih terdengar, tapi sudah jauh lebih pelan.Beberapa tamu mulai berpamitan. Beberapa lainnya masih berdiri berkelompok, berbisik-bisik tentang sesuatu yang tidak terlalu penting. Lampu ballroom redup perlahan, seperti ikut mengantuk.Acara utama sudah selesai. Cincin sudah terpasang, senyum sudah dipertukarkan, tepuk tangan sudah diberikan.Tugasnya sudah selesai.Dan malam ini, ia tidak perlu menghabiskan lebih banyak waktu di dalam sana.—Angin laut terasa lebih dingin dari yang Nana ingat.Ia duduk di atas kap mobil—satu kaki ditekuk, satu lagi menjuntai santai. Gaunnya masih sama. Terlalu mewah untuk tempat seperti ini, tapi ia sudah berhenti peduli sejak tadi.Di tangannya, segelas minuman berayun pelan.Di sampingnya, Adrian. Berdiri tidak terlalu jauh, seperti biasa—selalu menjaga jarak yang tidak pernah benar-benar jauh.Beberapa detik berlalu tanpa suara. Hanya ombak, hanya angin.Nana mengangkat gelasnya, menatap cairan di dalamnya sebentar, lalu meneguk sedikit."A
Last Updated : 2026-04-18 Read more