Kesadaran Nana datang tidak rapi.Kepalanya berat, tengkuknya terasa lembap. Saat ia menarik napas, dadanya langsung terasa nyeri—tidak tajam, tapi cukup membuatnya mengernyit.Matanya terbuka perlahan.Menutup lagi.Lalu terbuka sekali lagi.Samar-samar, ada sosok di ujung pandangannya.Adrian.Ia berdiri di sana beberapa detik, lalu menarik korden hingga cahaya sore tidak lagi jatuh ke wajah Nana.Baru setelah itu Nana bisa melihat dengan lebih jelas.Cukup jelas untuk memastikan—itu Adrian.Jantungnya berdegup keras sekali, lalu melambat, saat potongan-potongan ingatan melintasi ingatannya.Tubuhnya yang begitu dingin ... suara Adrian yang tepat berada di sisinya. Lalu tiba-tiba ... sesuatu yang begitu hangat menyelimutinya.Bukan kain. Melainkan suatu kehangatan yang berasal dari tubuh seseorang.Adrian.Ya, itu Adrian.Dada Nana tiba-tiba berdebar lagi. Kali ini lebih kencang, lebih cepat, seolah sedang berpacu dengan sesuatu."Anda sudah bangun?" Adrian mendekat, pelan, pasti. "
최신 업데이트 : 2026-05-02 더 보기