LOGIN“Suatu hari aku akan menyeretmu ke tempat tidurku … dan melihat semua egomu runtuh hanya untukku. Aku akan menunjukkanmu banyak hal—sihir, kegilaan, surga, dan maksiat. Adrian Dalton, I’m going to ruin you.” Itu yang aku katakan pada sopirku. Pria yang seharusnya hanya mengantarku ke mana pun aku mau. Dan orang tuaku menyebutku sakit jiwa … setelah aku, Kharerina Bawono—putri tunggal politikus terkemuka, dengan lantang mengatakan bahwa aku tidak akan menikah dengan siapa pun selain dia. Sopirku sendiri. Ketika keluargaku menjualku dalam pernikahan politik yang menjijikkan, aku hanya punya satu jalan keluar—menikah secepatnya. Bahkan jika itu berarti … menyeretnya masuk ke dalam hidupku. Tapi menjeratnya ternyata tidak semudah yang kubayangkan. Sialan … aku bahkan harus menggunakan cara paling rendahan hanya untuk membuatnya tunduk.
View MoreMalam di Scott City terasa jauh lebih dingin dibanding biasanya.Setelah keluar dari Voss Dynamics, Nana tidak langsung pulang.Mobil yang seharusnya membawanya kembali ke rumah hanya bergerak beberapa blok sebelum akhirnya ia meminta sopir berhenti.Tidak ada alasan khusus.Setidaknya itu yang ia katakan pada dirinya sendiri.Ia hanya tidak ingin pulang sekarang.Tidak ingin melihat dokumen atau membahas pekerjaan.Tidak ingin mendengar nama Victoria Miller.Dan terutama, tidak ingin mendengar nama Adrian Dalton lagi malam ini.Namun semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin sering nama itu muncul di kepalanya.Nana mengembuskan napas panjang sambil menatap keluar jendela.Lampu-lampu kota membentang di sepanjang tepi sungai yang membelah pusat Scott City. Jalur pejalan kaki di sana masih cukup ramai meski hari sudah larut.Beberapa orang berjalan santai, beberapa pasangan duduk di bangku-bangku yang menghadap air, sementara lampu jalan memantulkan cahaya ke permukaan sungai yang be
Jam pulang sudah lewat sejak satu jam yang lalu. Hampir seluruh ruangan sudah sepi.Namun jauh di bawah gedung yang dipenuhi kaca dan baja tersebut, sebuah ruangan besar tetap beroperasi seperti biasa.Nana dan Evan bergerak berjalan sepanjang koridor besi dengan agak tergesa.Beberapa pengawal penjaga yang menjaga di beberapa titik menekuk punggung sedikit lebih rendah ketika mereka melewatinya.Evan mengatakan kalau teman-temannya memiliki informasi penting sekarang, jadi mereka memanggilnya.Ruangan paling ujung dibuka pelan.Monitor-monitor menyala.Peta digital memenuhi dinding.Laporan dari berbagai negara terus berdatangan tanpa henti.Dan malam itu, suasana di sana jauh lebih ramai dibanding biasanya.“Nana ….” Seorang pria segera mendekati mereka begitu melihat.“Ada masalah?” Nana mengerutkan kening.“Tidak. Tapi … mungkin akan jadi masalah jika dibiarkan. Lihat ini!”Ia menyerahkan tablet tersebut, dan Evan mengambilnya lebih dulu.Beberapa foto keamanan muncul di layar.Vic
Perjalanan kembali menuju Griffin Guard terasa jauh lebih panjang dari biasanya.Adrian bahkan tidak menyalakan musik.Tangannya tetap berada di kemudi sementara pikirannya masih tertinggal beberapa blok dari sana.Di Voss Dynamics.Di ruang kerja Evan.Di hadapan Nana.Ia mengembuskan napas panjang lalu membelokkan mobil memasuki area parkir gedung Griffin Guard.Sore sudah mulai berganti malam. Lampu-lampu kota Scott City perlahan menyala satu per satu.Biasanya suasana seperti ini cukup membuat pikirannya tenang. Tapi hari ini tidak.Adrian mematikan mesin mobil lalu keluar tanpa terburu-buru.Beberapa pegawai yang masih bekerja menyapanya ketika ia memasuki lobi."Selamat malam, Pak Adrian.""Malam.""Pak."Adrian hanya mengangguk singkat sebelum berjalan menuju lift. Namun langkahnya terhenti ketika resepsionis memanggilnya."Pak Adrian?"Ia menoleh."Ada tamu yang menunggu Anda."Alis Adrian sedikit terangkat. "Siapa?"Resepsionis tampak ragu sejenak. "Victoria Miller."Kehening
Sementara itu, beberapa lantai di bawah mereka.Jauh di bawah gedung Voss Dynamics.Jauh di bawah kantor-kantor legal yang dipenuhi laporan keuangan, kontrak pemerintah, dan rapat perusahaan.Di balik beberapa lapis pintu keamanan.Di area yang bahkan tidak tercantum dalam denah bangunan.Suasana sedang sangat tidak sehat.Sangat. Tidak. Sehat.Beberapa orang berdiri mengelilingi layar pengawas.Tidak ada yang berbicara atau pun bergerak.Mereka hanya menatap monitor seperti sekelompok investor yang baru kehilangan seluruh tabungannya."...""...""..."Beberapa dari mereka bahkan mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Karena sudah lewat beberapa menit, dan mereka hanya menonton orang yang saling menunduk, pura-pura membaca berkas. Padahal itu jelas, tidak ada yang benar-benar fokus di antara mereka.Lalu kenapa tidak mulai membuka mulut dan bicara?Salah satu dari mereka berdecak kesal. “Astaga … cium saja! Atau berantem sekalian.”“Bicara, Nona! Bicara!” teriak seseorang dari m
Langkah kaki Tiffany terdengar cepat namun teratur di lorong lantai utama kantor. Ia datang sedikit terlambat dari biasanya—efek sisa malam yang terlalu panjang dan terlalu banyak alkohol.Pintu lift terbuka.Dan sebelum ia sempat melangkah lebih jauh—Tiffany berhenti.Di depan ruang kerja Nana, b
Siapa pria itu?”Suara Raharjo berat. Menekan.“Bukankah aku sudah memperingatkanmu agar tidak ada pria asing mendekati Nana lagi?”“Maaf, Tuan.” Suara Rivan lebih rendah dari biasanya. “Dia datang tadi malam. Namanya Adrian Dalton. Pengawal VIP dari perusahaan keamanan swasta—Griffin Guard.”Henin
Susan membawanya ke kamar yang setidaknya mendekati keinginan Adrian.Tidak tepat di bawah tangga, tapi cukup dekat.Pintu dibuka.“Kamu bisa menempati kamar tamu ini,” katanya. “Aku yang bertanggung jawab atas kebutuhan Nona, dan aku tidak bisa memindahkan Rivan. Tuan Bawono sendiri yang menempatk
Kesadaran Nana kembali perlahan. Terasa berat, seolah ada sesuatu yang menekan kepalanya dari dalam.Alisnya berkerut. Napasnya tertahan sejenak sebelum akhirnya keluar pelan.Sunyi.Matanya terbuka sedikit, lalu terpejam lagi dengan cepat ketika cahaya matahari terasa terlalu terang.Ia memejam la












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews