Yoel mengulurkan tangan hendak merangkulku, tapi aku langsung menghindar.“Jangan ngambek hanya gara-gara masalah sepele gini, ya?”Nada bicaranya jadi melunak, mencoba membujukku.Aku diam saja, hanya menatapnya dengan dingin.Dia tak tahan ditatap seperti itu olehku, lalu menghela napas,“Ya sudah, aku bakal bilang ke dia, suruh dia pergi.”Dia mengangkat kedua tangan, memberi tanda menyerah.“Istriku paling penting, puas?”Usai bicara, dia pun berbalik berjalan mendekati Wenny dan berbicara dengan suara yang pelan.Seketika itu juga, bahu Wenny langsung tampak lemas.Dia mendongak dan matanya langsung berkaca-kaca.“Kak Yoel, Kak Susan nggak suka denganku, ya?”“Aku ada salah? Aku hanya lagi sedih karena baru putus, mau kecipratan kebahagiaan kalian saja.”Sambil bicara, dia melirik ke arahku dengan tatapan tersakiti, lalu kembali menatap Yoel sambil memegang lehernya.“Kak Yoel, aku tahu Kak Susan pasti salah paham dengan kita.”“Tapi bukannya kamu sudah jelasin ke dia? Masa dia ma
Leer más