Saat terbangun, Nayla baru menyadari bahwa dirinya diikat. Dia menatap Rafi dengan panik.Rafi berdiri di depannya, lalu berkata dengan tenang, "Waktu aku sadar saat itu, aku lihat kamu yang merawatku. Jadi, aku kira kamulah yang menyelamatkanku.""Tapi aku nggak nyangka, kamu cuma ingin mencuri kalungku. Begitu melihat aku bangun, kamu pura-pura merawatku.""Memang aku yang bodoh ...."Beberapa gelandangan yang meneteskan air liur, berjalan masuk. Tatapan mereka penuh nafsu, seolah ingin merobek seluruh pakaian Nayla.Nayla gemetar ketakutan, dia pun berteriak, "Rafi! Kamu nggak boleh begini sama aku! Apa kamu lupa, kamu pernah bilang bakal mencintaiku seumur hidup? Kamu bilang mau ngasih aku pernikahan yang megah!"Nayla berusaha meronta, pergelangan tangannya yang terikat di kursi sampai meninggalkan bekas merah yang mencolok.Tatapan Rafi kosong, seolah tidak mendengar kata-katanya. Dia hanya menatap Nayla dengan dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis, "Mencintaimu
Read more