Share

Bab 4

Author: Sleepyhead
Dadaku tiba-tiba terasa sakit.

Dulu saat aku baru bertunangan dengan Rafi, sikapnya padaku sangat buruk. Dia membenciku, karena aku adalah tunangan yang dipaksakan oleh ibunya. Oleh karena itu, dia mengabaikanku dan memberiku banyak kasus sulit, bahkan membiarkan para wanita yang menyukainya menantang dan menggangguku.

Saat aku dikurung di gudang sempit, disiram air dingin dari atas kepala, lalu jatuh sakit demam tinggi hingga terbaring di rumah sakit. Dia malah memeluk Nayla sambil menikmati aurora di Islandia.

Saat pulang kerja malam dan diikuti gelandangan, aku meneleponnya dengan ketakutan setengah mati. Dia malah sedang bersama Nayla menikmati ladang lavender di Prancis.

Rafi memberikan seluruh keindahan dunia kepada Nayla. Sedangkan yang tersisa untukku, hanya kekacauan. Dulu aku selalu berpikir, semua kesalahpahaman pada akhirnya akan bisa dijelaskan. Rafi adalah seseorang yang sudah aku kagumi sejak lama.

Aku menyukainya. Aku ingin meluluhkan hatinya.

Suatu kali, kami berhubungan badan setelah minum alkohol. Dia memang kesal, tapi tetap bertanggung jawab. Hubungan kami semakin membaik, tetapi tiba-tiba berhenti begitu saja.

Aku mencintainya. Namun, aku juga tidak bisa terus menahan sikapnya yang tarik-ulur, serta provokasi dari Nayla.

Betapa konyolnya.

Kalimat pengakuan yang paling kuinginkan saat masih hidup. Sekarang saat akhirnya kudengar, yang kurasakan hanya ironi.

Rafi tidak menghiraukan kedua perawat itu. Dia berjalan cepat keluar dari rumah sakit dan menuju perusahaan. Saat melihatnya, mata asisten langsung berbinar. Baru saja hendak menyambut, dia sudah mendengar perintah Rafi.

"Panggil Tika untuk menemuiku."

Asisten itu tertegun.

"Bu Tika ...."

Belum selesai dia bicara, Rafi memijat pelipisnya sambil berkata dengan tidak sabar, "Suruh dia nggak usah lebay. Cuma luka kecil saja, apa perlu sampai seperti ini?"

"Nayla jadi terus merasa bersalah karena nggak sengaja melukainya. Cepat suruh dia datang untuk tenangkan Nayla."

"Dia nggak mau nikah sama aku lagi? Bilang sama dia, kalau dia masih mau nikah sama aku, datang dulu ke sini dan buat Nayla senang. Ke depannya juga jangan selalu cemburu sama Nayla, nggak ada gunanya!"

Aku melihat keterkejutan di wajah asisten itu. Dia menatap Rafi dengan tak percaya dan bibirnya sedikit gemetar.

"Kenapa masih bengong? Cepat hubungi Tika."

Setelah berkata demikian, Rafi langsung pergi. Dia melangkah cepat dengan amarah yang masih terukir di wajahnya.

Aku melayang di belakangnya, mengikuti hingga ke rumah yang seharusnya menjadi rumah pernikahan kami. Semua di dalamnya diatur olehku sendiri.

Rafi menarik napas dalam-dalam, lalu mendorong pintu.

Melihat barang-barang di dalam, pakaianku, kosmetikku, semuanya masih berada di tempat semula. Dia menghela napas lega, bahkan tak kuasa tersenyum tipis. Kemudian, dia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepadaku.

[ Tika, sekarang kamu patuh saja sama aku. Nanti aku bakal alihkan kepemilikan rumah ini dari nama Nayla jadi milikmu. Sudahlah, kamu damai saja sama dia. Aku nggak minta kamu rawat dia, asal kamu nggak menyulitkan dia saja sudah cukup. ]

Aku baru teringat.

Ini bukan rumah pernikahan kami.

Hanya karena Nayla mengatakan dia menyukai pemandangan jendela di sini, rumah ini langsung dipindahkan ke atas namanya.

Tanda seru merah di layar, sama menyilaukannya dengan hiasan kamar pengantin berwarna merah di tempat tidur. Rafi baru tersadar belakangan, bahwa dia telah memblokirku dan aku tidak pernah menambahkannya kembali.

Dia mengeluarkanku dari daftar blokir, lalu mengirim ulang pesan itu.

Namun, tetap saja tidak ada balasan. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu melempar ponselnya ke atas tempat tidur dengan kesal. Setelah beberapa saat, dia mengambil ponselnya lagi.

[ Kali ini Nayla memang agak keterlaluan, aku bakal tegur dia. Kamu juga jangan permasalahin lagi, cepat balas pesanku. Bukannya kamu pernah bilang pengin pergi ke Kutub Utara untuk lihat penguin? Setelah selesai sibuk nanti, aku temani kamu. ]

Tanda pengiriman pesan masih berputar. Tiba-tiba, telepon dari Nayla masuk.

Di ujung sana, suara Nayla terdengar sangat sedih. Suaranya bercampur dengan deru angin dari atap gedung yang terdengar di telinga kami berdua.

"Rafi, Tika membeberkan di internet bahwa aku adalah pelakor yang merusak hubungan orang lain. Aku nggak bisa membuktikan diriku, karena perasaanku padamu memang nggak murni."

"Jadi ... sebaiknya aku mati saja. Mati akan menyelesaikan semuanya ...."

"Semoga kamu dan Tika ... bahagia ...."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 10

    Tak lama kemudian, putusan untuk Nayla dijatuhkan. Dia dihukum penjara seumur hidup.Rafi tetap ikut campur. Dia memastikan Nayla hanya akan berada di dalam penjara sepanjang hidupnya untuk menjalani penderitaan.Namun, dia tetap merasa belum puas. Baginya, akhir seperti itu masih terlalu ringan untuk Nayla. Dia menemui Shefi dan menyuruh Shefi untuk bekerja di Grup Agastya.Shefi menatapnya lama, lalu mengangguk setuju.Lima tahun kemudian, asisten Rafi mengundurkan diri. Dia membuka sebuah toko kecil dan Shefi bahkan datang untuk menghadiri acara pembukaannya.Rohku mengikuti Rafi selama sepuluh tahun. Shefi juga bekerja di Grup Agastya selama sepuluh tahun. Selama sepuluh tahun itu, Rafi terus bekerja keras. Dia dan Mila bahkan mendirikan yayasan amal atas namaku.Dalam sepuluh tahun ini, dia tidak pernah mencari wanita lain. Dia hanya tinggal di rumah kosong itu, sama sepertiku ... seperti hantu yang menetap.Perasaanku berubah dari benci, menjadi menerima kenyataan, lalu menjadi h

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 9

    Saat terbangun, Nayla baru menyadari bahwa dirinya diikat. Dia menatap Rafi dengan panik.Rafi berdiri di depannya, lalu berkata dengan tenang, "Waktu aku sadar saat itu, aku lihat kamu yang merawatku. Jadi, aku kira kamulah yang menyelamatkanku.""Tapi aku nggak nyangka, kamu cuma ingin mencuri kalungku. Begitu melihat aku bangun, kamu pura-pura merawatku.""Memang aku yang bodoh ...."Beberapa gelandangan yang meneteskan air liur, berjalan masuk. Tatapan mereka penuh nafsu, seolah ingin merobek seluruh pakaian Nayla.Nayla gemetar ketakutan, dia pun berteriak, "Rafi! Kamu nggak boleh begini sama aku! Apa kamu lupa, kamu pernah bilang bakal mencintaiku seumur hidup? Kamu bilang mau ngasih aku pernikahan yang megah!"Nayla berusaha meronta, pergelangan tangannya yang terikat di kursi sampai meninggalkan bekas merah yang mencolok.Tatapan Rafi kosong, seolah tidak mendengar kata-katanya. Dia hanya menatap Nayla dengan dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis, "Mencintaimu

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 8

    Hidup seolah kembali seperti dulu. Hanya saja, kini ada rohku yang mengikuti Rafi.Setelah Mila pergi ke luar negeri, Nayla dan Rafi tinggal bersama. Entah apa yang dipikirkan Rafi, rumah yang seharusnya menjadi rumah pernikahan itu tidak dia urus.Aku pernah mencoba pergi. Namun aku menyadari, aku hanya bisa berada di dekat Rafi. Untungnya, Rafi tidak pernah melakukan hal yang terlalu intim dengan Nayla.Selain itu, Rafi juga mulai berubah. Dia mulai sering lembur, juga mulai menghindari kontak fisik dengan Nayla. Setiap kali Nayla berdandan seksi dan muncul di hadapannya, dia selalu beralasan harus pergi lembur.Sampai membuat Nayla kesal setengah mati.Yang patut disyukuri, dia melepaskan Shefi.Kekuatan Keluarga Agastya sangat besar. Kalau dia benar-benar ingin menekan Shefi, hidup Shefi di ibu kota pasti akan sangat sulit. Bahkan, dia mungkin tidak bisa pergi dari sana.Aku terus mengikuti Rafi.Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia bersandar lelah di sofa sambil menatap kosong

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 7

    "Apa sebenarnya yang terjadi?"Rafi memberi isyarat pada para pengawal untuk menurunkan Shefi, alisnya berkerut erat, "Apa nggak merasa sial ya? Sampai berpura-pura sejauh ini. Harus kuakui, akting kalian memang hebat."Shefi meringkuk di lantai yang dingin.Mendengar pertanyaan Rafi, dia tertawa getir, "Pak Rafi, dia benar-benar sudah meninggal.""Di laci masih ada tanda tangan surat kremasi. Pihak rumah duka sudah meneleponmu, tapi kamu nggak mengangkatnya, tahunya cuma sibuk sama Nayla. Akhirnya ibumu yang datang untuk menandatangani. Kalau nggak percaya, telepon dia saja."Wajah Rafi langsung berubah muram.Nayla menutup hidungnya dengan manja. "Aduh, Ibu juga ya, ikut akting sama Kak Tika ... cuma demi memaksa Rafi menikah sama dia ....""Diam!"Rafi tiba-tiba membentak untuk memotong ucapan Nayla.Untuk pertama kalinya, dia tidak memedulikan mata Nayla yang memerah, dan juga untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dia berinisiatif menelepon ibunya.Setelah telepon tersambung.

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 6

    Aku hamil.Aku menyentuh perutku yang masih rata. Ada sebuah kehidupan yang sedang berkembang di sana. Itu adalah kejutan yang ingin kuberikan untuk Rafi.Air mataku menetes ke lantai.Sementara itu, Rafi mengambil kertas hasil pemeriksaan kehamilan itu dengan tangan gemetar. Bibirnya terkatup rapat, kilatan air mata tampak di pelupuk matanya.Setelah waktu yang lama, akhirnya aku mendengar suaranya yang penuh amarah, "Kamu asistennya Tika, tentu saja kamu bela dia.""Pura-pura mati, ya.""Buat drama sebesar ini cuma buat maksa aku menikahinya, 'kan?""Shefi, kamu dan Tika bersekongkol. Kalian nggak pantas kuliah di Universitas Kaira. Aku masih mau kasih kamu kesempatan. Suruh Tika keluar dan minta maaf sama Nayla. Kalau nggak, bersiaplah untuk dikeluarkan.""Kudengar, keluargamu sedang mencarimu. Aku nggak keberatan bantu kalian berkumpul kembali."Aku mendengarnya dengan pikiran yang kosong. Seakan-akan tidak percaya, kata-kata seperti itu keluar dari mulut Rafi. Menurut pemahamanku

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 5

    Saat Rafi tiba, tubuh Nayla yang kurus tampak goyah di tepi atap.Mata Rafi membelalak dengan panik. "Nayla, jangan gegabah. Kalau kamu mati ... aku harus gimana!"Wajah Nayla dipenuhi air mata, "Semua orang di internet memakiku, bilang aku pelakor, bilang aku perempuan murahan. Rafi, aku benar-benar nggak sanggup lagi.""Kak Tika juga memakiku. Dia bilang aku pelakor, bilang aku wanita penggoda .... Aku nggak menyalahkan Kak Tika. Bagaimanapun, sekarang tunanganmu adalah dia, keberadaanku memang salah."Aku menatap Nayla dengan terkejut.Aku sudah meninggal. Mana mungkin aku mengatakan semua itu? Tak kusangka, bahkan setelah mati pun aku masih tidak bisa tenang. Masih saja harus difitnah seperti ini.Wajah Rafi menegang. Dia memeluk Nayla erat sambil melihat bukti percakapan yang ditunjukkan Nayla padanya.Melihat "bukti" yang penuh celah itu, aku hampir tertawa.Cara yang terlalu kasar, Rafi pasti tidak akan percaya.Namun, aku lupa ....Di dunia Rafi, aku memang tidak pernah berarti

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 3

    Setelah waktu yang lama, Rafi berdiri dan berjalan ke balkon. Dia menyalakan sebatang rokok.Tanpa sadar aku mengulurkan tangan, ingin mengambil rokok itu darinya. "Jangan merokok, nggak baik untuk kesehatan."Jari-jariku menembus tubuhnya begitu saja.Aku tertegun. Lalu, tersenyum getir saat menyad

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 2

    Di ruang perawatan VIP.Nayla tampak gelisah. "Rafi, Kak Tika nggak bakal kenapa-napa, 'kan? Aku lihat dia marah ... jadi aku ingin pergi menjelaskan, tapi aku nggak nyangka aku bakal kambuh ...."Wajahnya penuh rasa bersalah, matanya dipenuhi air mata kegelisahan.Rafi menghapus air mata di wajahny

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 1

    Tiga hari sebelum pernikahan, mantan pacar Rafi yang mengidap klaustrofobia memblokir mobilku di tepi jurang Jalan Bermera. Dengan kecepatan 100 km/jam, dia menabrak mobilku sebanyak 12 kali.Saat Rafi tiba bersama mobil polisi, aku sudah dikeluarkan oleh petugas pemadam dari kursi pengemudi yang ri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status