LOGINTiga hari sebelum pernikahan, mantan pacar Rafi yang mengidap klaustrofobia memblokir mobilku di tepi jurang Jalan Bermera. Dengan kecepatan 100 km/jam, dia menabrak mobilku sebanyak 12 kali. Saat Rafi tiba bersama mobil polisi, aku sudah dikeluarkan oleh petugas pemadam dari kursi pengemudi yang ringsek. Namun, dia malah berjalan menuju mobil sport edisi terbatas yang hanya tergores sedikit catnya, lalu memeluk Nayla yang sekujur tubuhnya gemetaran. "Pak Rafi, dahi Kak Tika berdarah, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dijahit." Rafi mengangkat tangan menghentikan tandu yang mengangkatku, lalu melirik dahiku yang berdarah dan lenganku yang memar. "Cuma luka ringan. Nayla punya klaustrofobia, di tempat terpencil seperti ini kondisinya lebih berbahaya, bawa dia dulu ke rumah sakit." Saat ditinggalkan, aku mengerahkan sisa tenagaku untuk mencengkeram ujung celananya mati-matian. Dia mengerutkan kening dan melepaskan jari-jariku satu per satu, "Nayla nggak sengaja, dia cuma lagi kambuh. Kamu 'kan pengacara, harusnya paham apa itu keadaan kahar, jangan buat masalah." Setelah itu, dia mengambil sebuah perjanjian damai dari tangan asistennya. Dia menggenggam pergelangan tanganku yang sudah lemas, lalu menekan cap sidik jariku di atasnya. "Nanti ada mobil penyelamat lagi di belakang, tahan sebentar."
View MoreTak lama kemudian, putusan untuk Nayla dijatuhkan. Dia dihukum penjara seumur hidup.Rafi tetap ikut campur. Dia memastikan Nayla hanya akan berada di dalam penjara sepanjang hidupnya untuk menjalani penderitaan.Namun, dia tetap merasa belum puas. Baginya, akhir seperti itu masih terlalu ringan untuk Nayla. Dia menemui Shefi dan menyuruh Shefi untuk bekerja di Grup Agastya.Shefi menatapnya lama, lalu mengangguk setuju.Lima tahun kemudian, asisten Rafi mengundurkan diri. Dia membuka sebuah toko kecil dan Shefi bahkan datang untuk menghadiri acara pembukaannya.Rohku mengikuti Rafi selama sepuluh tahun. Shefi juga bekerja di Grup Agastya selama sepuluh tahun. Selama sepuluh tahun itu, Rafi terus bekerja keras. Dia dan Mila bahkan mendirikan yayasan amal atas namaku.Dalam sepuluh tahun ini, dia tidak pernah mencari wanita lain. Dia hanya tinggal di rumah kosong itu, sama sepertiku ... seperti hantu yang menetap.Perasaanku berubah dari benci, menjadi menerima kenyataan, lalu menjadi h
Saat terbangun, Nayla baru menyadari bahwa dirinya diikat. Dia menatap Rafi dengan panik.Rafi berdiri di depannya, lalu berkata dengan tenang, "Waktu aku sadar saat itu, aku lihat kamu yang merawatku. Jadi, aku kira kamulah yang menyelamatkanku.""Tapi aku nggak nyangka, kamu cuma ingin mencuri kalungku. Begitu melihat aku bangun, kamu pura-pura merawatku.""Memang aku yang bodoh ...."Beberapa gelandangan yang meneteskan air liur, berjalan masuk. Tatapan mereka penuh nafsu, seolah ingin merobek seluruh pakaian Nayla.Nayla gemetar ketakutan, dia pun berteriak, "Rafi! Kamu nggak boleh begini sama aku! Apa kamu lupa, kamu pernah bilang bakal mencintaiku seumur hidup? Kamu bilang mau ngasih aku pernikahan yang megah!"Nayla berusaha meronta, pergelangan tangannya yang terikat di kursi sampai meninggalkan bekas merah yang mencolok.Tatapan Rafi kosong, seolah tidak mendengar kata-katanya. Dia hanya menatap Nayla dengan dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis, "Mencintaimu
Hidup seolah kembali seperti dulu. Hanya saja, kini ada rohku yang mengikuti Rafi.Setelah Mila pergi ke luar negeri, Nayla dan Rafi tinggal bersama. Entah apa yang dipikirkan Rafi, rumah yang seharusnya menjadi rumah pernikahan itu tidak dia urus.Aku pernah mencoba pergi. Namun aku menyadari, aku hanya bisa berada di dekat Rafi. Untungnya, Rafi tidak pernah melakukan hal yang terlalu intim dengan Nayla.Selain itu, Rafi juga mulai berubah. Dia mulai sering lembur, juga mulai menghindari kontak fisik dengan Nayla. Setiap kali Nayla berdandan seksi dan muncul di hadapannya, dia selalu beralasan harus pergi lembur.Sampai membuat Nayla kesal setengah mati.Yang patut disyukuri, dia melepaskan Shefi.Kekuatan Keluarga Agastya sangat besar. Kalau dia benar-benar ingin menekan Shefi, hidup Shefi di ibu kota pasti akan sangat sulit. Bahkan, dia mungkin tidak bisa pergi dari sana.Aku terus mengikuti Rafi.Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia bersandar lelah di sofa sambil menatap kosong
"Apa sebenarnya yang terjadi?"Rafi memberi isyarat pada para pengawal untuk menurunkan Shefi, alisnya berkerut erat, "Apa nggak merasa sial ya? Sampai berpura-pura sejauh ini. Harus kuakui, akting kalian memang hebat."Shefi meringkuk di lantai yang dingin.Mendengar pertanyaan Rafi, dia tertawa getir, "Pak Rafi, dia benar-benar sudah meninggal.""Di laci masih ada tanda tangan surat kremasi. Pihak rumah duka sudah meneleponmu, tapi kamu nggak mengangkatnya, tahunya cuma sibuk sama Nayla. Akhirnya ibumu yang datang untuk menandatangani. Kalau nggak percaya, telepon dia saja."Wajah Rafi langsung berubah muram.Nayla menutup hidungnya dengan manja. "Aduh, Ibu juga ya, ikut akting sama Kak Tika ... cuma demi memaksa Rafi menikah sama dia ....""Diam!"Rafi tiba-tiba membentak untuk memotong ucapan Nayla.Untuk pertama kalinya, dia tidak memedulikan mata Nayla yang memerah, dan juga untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dia berinisiatif menelepon ibunya.Setelah telepon tersambung.


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.