Share

Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya
Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya
Author: Sleepyhead

Bab 1

Author: Sleepyhead
Tiga hari sebelum pernikahan, mantan pacar Rafi yang mengidap klaustrofobia memblokir mobilku di tepi jurang Jalan Bermera. Dengan kecepatan 100 km/jam, dia menabrak mobilku sebanyak 12 kali.

Saat Rafi tiba bersama mobil polisi, aku sudah dikeluarkan oleh petugas pemadam dari kursi pengemudi yang ringsek. Namun, dia malah berjalan menuju mobil sport edisi terbatas yang hanya tergores sedikit catnya, lalu memeluk Nayla yang sekujur tubuhnya gemetaran.

"Pak Rafi, dahi Kak Tika berdarah, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dijahit."

Rafi mengangkat tangan menghentikan tandu yang mengangkatku, lalu melirik dahiku yang berdarah dan lenganku yang memar. "Cuma luka ringan. Nayla punya klaustrofobia, di tempat terpencil seperti ini kondisinya lebih berbahaya, bawa dia dulu ke rumah sakit."

Saat ditinggalkan, aku mengerahkan sisa tenagaku untuk mencengkeram ujung celananya mati-matian.

Dia mengerutkan kening dan melepaskan jari-jariku satu per satu, "Nayla nggak sengaja, dia cuma lagi kambuh. Kamu 'kan pengacara, harusnya paham apa itu keadaan kahar, jangan buat masalah."

Setelah itu, dia mengambil sebuah perjanjian damai dari tangan asistennya. Dia menggenggam pergelangan tanganku yang sudah lemas, lalu menekan cap sidik jariku di atasnya.

"Nanti ada mobil penyelamat lagi di belakang, tahan sebentar."

....

Sejak kecil sampai dewasa, aku tidak pernah diperhatikan oleh keluargaku.

Terluka, tahan saja.

Sakit, tahan saja.

Tidur sebentar juga akan sembuh.

Namun saat membuka mata lagi, aku malah mendapati bahwa diriku melayang di udara.

Tubuhku tergeletak di samping mobil yang sudah hancur total. Wajah Shefi, asistenku, tampak pucat pasi. Dia sedang menekan lubang di dahiku dengan tisu, berusaha menghentikan darah yang terus mengalir.

Mata gadis itu memerah dan dia terus memanggilku dengan suara pelan, "Kak Tika, bangun ... kamu tahan sebentar lagi, jangan tidur."

Aku ingin menghapus air mata di wajahnya. Namun, jari-jariku malah menembusnya begitu saja ....

Melihat tubuh yang berwajah pucat di tanah dan napas yang sudah berhenti, aku baru sadar.

Ternyata aku sudah meninggal.

Aku menatap Shefi dengan perasaan bersalah. Dia baru saja lulus kuliah. Dia dibesarkan dengan penuh kasih oleh keluarganya, tapi sekarang harus menghadapi kematian, bahkan berada di samping jasadku. Dia begitu ketakutan sampai jari-jarinya gemetar.

Kecepatan 100 km/jam. Ditabrak 12 kali.

Siapa pun yang punya akal sehat pasti tahu, orang yang ditabrak dalam kondisi seperti itu sangat berbahaya. Namun, di hati dan mata Rafi hanya ada Nayla. Dia takut aku nanti akan mencari masalah dengan Nayla. Dia tidak ingin Nayla terluka sedikit pun, sehingga dia mengabaikan luka-lukaku dan memaksaku menekan cap sidik jari.

Seharusnya dari dulu aku sudah mengerti.

Bagi Rafi, Nayla tak tergantikan oleh siapa pun. Bahkan nyawa seseorang pun tidak sebanding.

Aku mendengar suara sirene dari kejauhan.

Shefi juga mendengarnya, dia menangis karena senang, "Kak Tika, ambulans datang, ambulans datang ...."

Lampu ambulans menembus kabut dan berhenti tidak jauh dari sana. Dokter dan perawat bergegas turun dengan wajah yang tampak tegang.

Shefi menangis hingga wajahnya dibasahi air mata sambil berdiri dengan patuh di samping.

Melihat tubuhku diangkat ke dalam ambulans, dia mengatupkan tangan dan mulutnya terus bergumam, "Ya Tuhan, Santa Maria, Buddha, Kaisar Langit, Dewi Kwan Im ...."

Dia menyebut nama segala jenis dewa dari segala penjuru. "Tolong lindungi Kak Tika, biarkan dia selamat dari bahaya. Aku rela makan vegetarian selama setahun ...."

Di tengah teriakan dokter, air mata Shefi kembali jatuh.

Pandangannya tertuju pada tas yang kutinggalkan di kursi penumpang depan.

"Eh, apa ini ...."

Di dalam ambulans, perawat sedang melakukan berbagai tindakan darurat padaku. Namun, tetap saja tak mampu menghentikan detak jantungku yang perlahan melemah.

Mata perawat memerah, dia terus berkata padaku, "Tahan sedikit lagi, rumah sakit sebentar lagi sampai."

Dokter menelepon pihak rumah sakit, "Kondisi pasien kritis, harus segera operasi. Kasih tahu ruang IGD, segera siapkan semuanya."

Belum selesai bicara, pandangannya tertuju pada kemacetan di luar jendela. Arus kendaraan yang tersendat membuatnya semakin gelisah. "Cepat hubungi polisi lalu lintas, minta mereka buka jalur di depan."

Perawat yang baru selesai menelepon tampak kesal. "Di depan, tuan muda dari Grup Agastya sedang menutup jalan. Katanya mau ngasih kejutan untuk temannya, jadi mereka membuat lautan bunga besar, jalannya jadi tertutup."

"Polisi masih bernegosiasi dengan mereka, bahkan kalau mau dibersihkan ... juga butuh waktu."

"Ini keterlaluan!"

"Benar-benar keterlaluan! Ini jalur utama, mana bisa mereka menutup jalan seenaknya!"

Mata perawat semakin merah, "Pasien sudah nggak tertolong lagi."

Seisi ambulans itu pun terdiam.

Aku juga ikut terdiam.

Mungkin karena kepalaku mengalami benturan hebat sebelum mati, aku merasa banyak ingatanku hilang. Mendengar percakapan dokter dan perawat, akhirnya aku teringat.

Sebenarnya hari ini adalah hari kami mendaftarkan pernikahan, tapi Rafi meninggalkanku begitu saja demi Nayla. Bukan hanya itu, dia bahkan menyiapkan lautan bunga untuk menyenangkan Nayla.

Dalam kemarahanku, aku memutuskan untuk membatalkan pertunangan. Namun dengan alasan ingin memberi penjelasan, Nayla malah menjebakku di Jalan Bermera dan menabrakku sampai tewas.

Sisanya, aku sudah tidak bisa mengingat apa pun lagi.

Jiwaku juga tak terkendali. Aku melayang keluar dari ambulans dan menembus kerumunan orang, menuju ke sisi Rafi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 10

    Tak lama kemudian, putusan untuk Nayla dijatuhkan. Dia dihukum penjara seumur hidup.Rafi tetap ikut campur. Dia memastikan Nayla hanya akan berada di dalam penjara sepanjang hidupnya untuk menjalani penderitaan.Namun, dia tetap merasa belum puas. Baginya, akhir seperti itu masih terlalu ringan untuk Nayla. Dia menemui Shefi dan menyuruh Shefi untuk bekerja di Grup Agastya.Shefi menatapnya lama, lalu mengangguk setuju.Lima tahun kemudian, asisten Rafi mengundurkan diri. Dia membuka sebuah toko kecil dan Shefi bahkan datang untuk menghadiri acara pembukaannya.Rohku mengikuti Rafi selama sepuluh tahun. Shefi juga bekerja di Grup Agastya selama sepuluh tahun. Selama sepuluh tahun itu, Rafi terus bekerja keras. Dia dan Mila bahkan mendirikan yayasan amal atas namaku.Dalam sepuluh tahun ini, dia tidak pernah mencari wanita lain. Dia hanya tinggal di rumah kosong itu, sama sepertiku ... seperti hantu yang menetap.Perasaanku berubah dari benci, menjadi menerima kenyataan, lalu menjadi h

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 9

    Saat terbangun, Nayla baru menyadari bahwa dirinya diikat. Dia menatap Rafi dengan panik.Rafi berdiri di depannya, lalu berkata dengan tenang, "Waktu aku sadar saat itu, aku lihat kamu yang merawatku. Jadi, aku kira kamulah yang menyelamatkanku.""Tapi aku nggak nyangka, kamu cuma ingin mencuri kalungku. Begitu melihat aku bangun, kamu pura-pura merawatku.""Memang aku yang bodoh ...."Beberapa gelandangan yang meneteskan air liur, berjalan masuk. Tatapan mereka penuh nafsu, seolah ingin merobek seluruh pakaian Nayla.Nayla gemetar ketakutan, dia pun berteriak, "Rafi! Kamu nggak boleh begini sama aku! Apa kamu lupa, kamu pernah bilang bakal mencintaiku seumur hidup? Kamu bilang mau ngasih aku pernikahan yang megah!"Nayla berusaha meronta, pergelangan tangannya yang terikat di kursi sampai meninggalkan bekas merah yang mencolok.Tatapan Rafi kosong, seolah tidak mendengar kata-katanya. Dia hanya menatap Nayla dengan dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis, "Mencintaimu

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 8

    Hidup seolah kembali seperti dulu. Hanya saja, kini ada rohku yang mengikuti Rafi.Setelah Mila pergi ke luar negeri, Nayla dan Rafi tinggal bersama. Entah apa yang dipikirkan Rafi, rumah yang seharusnya menjadi rumah pernikahan itu tidak dia urus.Aku pernah mencoba pergi. Namun aku menyadari, aku hanya bisa berada di dekat Rafi. Untungnya, Rafi tidak pernah melakukan hal yang terlalu intim dengan Nayla.Selain itu, Rafi juga mulai berubah. Dia mulai sering lembur, juga mulai menghindari kontak fisik dengan Nayla. Setiap kali Nayla berdandan seksi dan muncul di hadapannya, dia selalu beralasan harus pergi lembur.Sampai membuat Nayla kesal setengah mati.Yang patut disyukuri, dia melepaskan Shefi.Kekuatan Keluarga Agastya sangat besar. Kalau dia benar-benar ingin menekan Shefi, hidup Shefi di ibu kota pasti akan sangat sulit. Bahkan, dia mungkin tidak bisa pergi dari sana.Aku terus mengikuti Rafi.Setelah menyelesaikan pekerjaannya, dia bersandar lelah di sofa sambil menatap kosong

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 7

    "Apa sebenarnya yang terjadi?"Rafi memberi isyarat pada para pengawal untuk menurunkan Shefi, alisnya berkerut erat, "Apa nggak merasa sial ya? Sampai berpura-pura sejauh ini. Harus kuakui, akting kalian memang hebat."Shefi meringkuk di lantai yang dingin.Mendengar pertanyaan Rafi, dia tertawa getir, "Pak Rafi, dia benar-benar sudah meninggal.""Di laci masih ada tanda tangan surat kremasi. Pihak rumah duka sudah meneleponmu, tapi kamu nggak mengangkatnya, tahunya cuma sibuk sama Nayla. Akhirnya ibumu yang datang untuk menandatangani. Kalau nggak percaya, telepon dia saja."Wajah Rafi langsung berubah muram.Nayla menutup hidungnya dengan manja. "Aduh, Ibu juga ya, ikut akting sama Kak Tika ... cuma demi memaksa Rafi menikah sama dia ....""Diam!"Rafi tiba-tiba membentak untuk memotong ucapan Nayla.Untuk pertama kalinya, dia tidak memedulikan mata Nayla yang memerah, dan juga untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, dia berinisiatif menelepon ibunya.Setelah telepon tersambung.

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 6

    Aku hamil.Aku menyentuh perutku yang masih rata. Ada sebuah kehidupan yang sedang berkembang di sana. Itu adalah kejutan yang ingin kuberikan untuk Rafi.Air mataku menetes ke lantai.Sementara itu, Rafi mengambil kertas hasil pemeriksaan kehamilan itu dengan tangan gemetar. Bibirnya terkatup rapat, kilatan air mata tampak di pelupuk matanya.Setelah waktu yang lama, akhirnya aku mendengar suaranya yang penuh amarah, "Kamu asistennya Tika, tentu saja kamu bela dia.""Pura-pura mati, ya.""Buat drama sebesar ini cuma buat maksa aku menikahinya, 'kan?""Shefi, kamu dan Tika bersekongkol. Kalian nggak pantas kuliah di Universitas Kaira. Aku masih mau kasih kamu kesempatan. Suruh Tika keluar dan minta maaf sama Nayla. Kalau nggak, bersiaplah untuk dikeluarkan.""Kudengar, keluargamu sedang mencarimu. Aku nggak keberatan bantu kalian berkumpul kembali."Aku mendengarnya dengan pikiran yang kosong. Seakan-akan tidak percaya, kata-kata seperti itu keluar dari mulut Rafi. Menurut pemahamanku

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 5

    Saat Rafi tiba, tubuh Nayla yang kurus tampak goyah di tepi atap.Mata Rafi membelalak dengan panik. "Nayla, jangan gegabah. Kalau kamu mati ... aku harus gimana!"Wajah Nayla dipenuhi air mata, "Semua orang di internet memakiku, bilang aku pelakor, bilang aku perempuan murahan. Rafi, aku benar-benar nggak sanggup lagi.""Kak Tika juga memakiku. Dia bilang aku pelakor, bilang aku wanita penggoda .... Aku nggak menyalahkan Kak Tika. Bagaimanapun, sekarang tunanganmu adalah dia, keberadaanku memang salah."Aku menatap Nayla dengan terkejut.Aku sudah meninggal. Mana mungkin aku mengatakan semua itu? Tak kusangka, bahkan setelah mati pun aku masih tidak bisa tenang. Masih saja harus difitnah seperti ini.Wajah Rafi menegang. Dia memeluk Nayla erat sambil melihat bukti percakapan yang ditunjukkan Nayla padanya.Melihat "bukti" yang penuh celah itu, aku hampir tertawa.Cara yang terlalu kasar, Rafi pasti tidak akan percaya.Namun, aku lupa ....Di dunia Rafi, aku memang tidak pernah berarti

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 4

    Dadaku tiba-tiba terasa sakit.Dulu saat aku baru bertunangan dengan Rafi, sikapnya padaku sangat buruk. Dia membenciku, karena aku adalah tunangan yang dipaksakan oleh ibunya. Oleh karena itu, dia mengabaikanku dan memberiku banyak kasus sulit, bahkan membiarkan para wanita yang menyukainya menanta

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 3

    Setelah waktu yang lama, Rafi berdiri dan berjalan ke balkon. Dia menyalakan sebatang rokok.Tanpa sadar aku mengulurkan tangan, ingin mengambil rokok itu darinya. "Jangan merokok, nggak baik untuk kesehatan."Jari-jariku menembus tubuhnya begitu saja.Aku tertegun. Lalu, tersenyum getir saat menyad

  • Kecelakaan Maut Merengut, Suamiku Mementingkan Mantan Pacarnya   Bab 2

    Di ruang perawatan VIP.Nayla tampak gelisah. "Rafi, Kak Tika nggak bakal kenapa-napa, 'kan? Aku lihat dia marah ... jadi aku ingin pergi menjelaskan, tapi aku nggak nyangka aku bakal kambuh ...."Wajahnya penuh rasa bersalah, matanya dipenuhi air mata kegelisahan.Rafi menghapus air mata di wajahny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status